Air Kemasan Plastik, Pemenuh Kebutuhan, Perusak Kehidupan

Air kemasan botol dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan kita, tetapi kita tetap membelinya.

Air adalah hal yang sangat esensial dalam kehidupan sehari-hari. Sepanjang sejarah manusia, manusia terus mencari cara untuk mengangkut air bersih dan segar.

Dari bangsa romawi yang membangun saluran air untuk dialiri ke kota-kota, penggunaan wadah dari bahan kulit binatang untuk dapat dibawa ke mana-mana, tanah liat dan bahan lain yang dianyam digunakan untuk mengangkut air dari tempat yang jauh.

Kebutuhan air minum yang aman dan sehat lalu menjadi komoditi utama dan menjadi lahan bisnis yang besar hingga hari ini. Bisnis air kemasan dengan cepat tumbuh di seluruh dunia, namun sedikit dari kita yang mempertanyakan, dari mana air itu berasal? Seberapa aman? Apa dampaknya bagi lingkungan? Mungkin beberapa dari kita percaya bahwa air kemasan lebih sehat, aman, berkualitas tinggi. Tetapi pada kenyataanya sangat berbeda.

Air Kemasan Botol dalam Digit

130 miliar galon air dalam kemasan di konsumsi di seluruh dunia pada 2017.

£ 3,1 miliar dihabiskan untuk membeli 4.000 juta liter air kemasan di Inggris.

100 juta lebih botol plastik digunakan setiap harinya di seluruh dunia.

90% harga dari air kemasan adalah untuk kemasan, bukan untuk kualitas airnya.

4,82 miliar konsumsi botol plastik di Indonesia, menjadikan Indonesia negara ke 4 dengan jumlah konsumsi botol plastik terbesar di dunia.

700 tahun waktu yang dibutuhkan untuk 1 botol plastik PET (Polyethylene terephthalate) benar-benar rusak.

Sejarah Air Kemasan Botol

Dahulu sebelum konsumsinya semasif saat ini, air kemasan botol diperjual belikan sebagai obat di apotik hingga tahun 1900-an. Orang pada masa itu percaya, bahwa air yang bersumber dari mata air alami memiliki khasiat sebagai penyembuh dan terapeutik. Pabrik milik kerjaaan Inggris Holy Wel adalah pabrik pertama yang menjual air dalam kemasan botol.

Popularitas air kemasan pun dengan cepat menyebar luas. Saat perang dunia berkecamuk, air kemasan botol pun mulai dijual secara bebas, baik di toko klontong maupun tempat makan.

Timeline Air Kemasan Botol

1622- Air kemasan botol pertama kali diperjualkan oleh Holy Well, yang sumber airnya berasal dari sumur.

1700-an – Menjual air kemasan botol mulai populer di Eropa dan Amerika.

1767- Air kemasan botol pertama kali diperjualkan di Amerika oleh Jackson Spa di Boston.

1856- Saratoga Springs New York memproduksi lebih dari tujuh juta botol setiap tahunnya.

1973- Botol PET (Polyethylene terephthalate) dipatenkan. PET menjadi solusi untuk kemasan dengan ongkos yang lebih murah dari botol kaca.

2000-an- Perdebatan antara mengonsumsi air keran dan air kemasan dimulai. Beberapa perusahaan menggunakan ketakutan bahaya mengonsumsi air keran sebagai cara mereka meningkatkan kepercayaan publik.

2006- Konsumsi air kemasan mencapai 115.000.000 kubik di seluruh dunia.

2012- Isu tentang bahaya sampah botol plastik mulai menyita perhatian publik, hingga ada beberapa tempat yang melarang air kemasan botol.

Fakta Air Kemasan Botol

Dari Mana Air Kemasan yang Kita Minum

Dahulu air kemasan botol yang dijual memang berasal dari sumber mata air yang alami. Tapi semakin besarnya industri air minum kemasan membuat beberapa produsen menggunakan air keran yang telah melalui proses penyulingan. Memang ada beberapa merek yang menggunakan air bersumber dari mata air alami seperti pegungungan. Tapi kebanyakan sekarang air yang kita beli dalam kemasan adalah air hasil penyulingan dari air keran.

Pada 2008 lalu, sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh organisasi non profit mengungkapkan bahwa terdapat zat kimia yang belum teruji di beberapa air kemasan dan mungkin tidak selalu lebih bersih dari air keran. Selain air, plastik yang digunakan dalam botol sekali pakai dapat menimbulkan lebih banyak ancaman kontaminasi.

Botol Plastik Tak Lagi Fantastik

Apa yang lebih baik dari air minum kemasan plastik? Ia penghilang dahaga dikala haus melanda, bentuknya yang kecil memungkinkan untuk dibawa kemana-mana. Air kemasan adalah produk massal yang relatif murah, produk alami yang selaras dengan pesan kesehatan tubuh.

Pasar untuk konsumen air kemasan adalah jumlah yang tak sedikit, air di masukan ke dalam kemasan dengan branding yang menggoda, dan gambar pegunungan yang nampak menambah kesegaran sulit dielakan.  Kemudian dampak dari sampah botol plastik yang dibuang mulai menyita perhatian publik luas. Plastik botol kini menjadi agenda besar dari pemberitaan diseluruh media dunia.

Lalu mulailah berkembang botol yang dapat digunakan kembali yang dirancang oleh para desainer. Tak main-main botol tersebut adalah ungkapan mode, simbol status sosial dan juga sebagai pujian dari lingkungan. “Ide botol yang dapat digunakan kembali menjadi aksesori fesyen adalah hal yang baik,” kata Natalie Fee, pendiri City to Sea, organisasi nirlaba yang berbasis di Bristol yang berkampanye untuk mencegah polusi plastik laut.

Para desainer pun hadir dengan desain yang tak biasa, sebut saja salah satunya James Butterfield, pendiri Chilly’s yang botolnya dihargai sebesar £ 25, populer dengan desain flaminggo, alpukat, hingga bunga-bunga. Kehadiran botol karya desainer ini menjadi solusi tersendiri ketika saat ini begitu ramai kampaye melawan dampak botol plastik sekali pakai. Hasilnya sekarang bahkan 36% penduduk di Inggris sudah memiliki dan secara teratur menggunakan botol air yang dapat digunakan kembali.

Satu masalah selesai, lalu pertanyaan berikutnya muncul, bagaimana kita mengisi ulang air pada botol kita?

Sebuah start up bernama Tap dengan cerdas mampu menjawab permasalahan lain dari mengurangi limbah botol plastik. Aplikasi ini akan memberitahu penggunanya lokasi air minum bersih terdekat, dari restoran, toko ritel hingga air mancur umum yang layak minum, sehingga kita dapat mengisi ulang botol air.  Tap membaca 34.000 tempat air isi ulang di 7.100 kota di 30 negara seluruh dunia.

Stiker Tap yang memberi arahan air isi ulang

Konsumen juga dapat melihat stiker “Tap” berwarna biru di jendela toko yang memberi tanda bahwa toko tersebut ramah bagi tamu yang kehausan dan hendak mengisi botol minum mereka. Aplikasi ini menyediakan profil di setiap lokasi, seperti apakah air beraroma atau berkilau, dan apakah itu gratis atau dengan biaya.

Dengan membuatnya mudah dan murah untuk menemukan air isi ulang, Tap berharap orang-orang akan mengurangi sampah plastik dan mengubah perilaku mereka.

Penemuan air dalam kemasan botol adalah suatu penemuan yang mengesankan, bagaimana tidak, iya menjawab kebutuhan manusia akan air yang layak dikonsumsi dan dapat memberikan kemudahan, lalu penemuan yang lainnya muncul, penemuan dari betapa buruknya dampak botol plastik sebagai wadah kemasan bagi bumi. Tentu dibutuhkan kebijaksanaan kita sebagai manusia untuk sama-sama menjaga bumi, dan sebisa mungkin mengurangi sampah plastik namun tak melupakan kebutuhan kita akan air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *