Antara Jaket Jeans dan Gelora Kaum Muda

Jaket jeans tak pernah dimaksudkan untuk menjadi pakaian modis, tidak juga dimaksudkan untuk mengensankan dan tampak keren,atau pula kepada para hipster untuk membungkus tubuh mereka yang mengigil. Jaket jeans diciptakan untuk para pekerja tambang namun ia menjadi pakaian yang mampu sesuai di segala situasi dan kelas sosial.

Jaket jeans adalah pakaian yang menarik, karena ia tak pernah ketinggalan zaman. Banyak yang menunjukan asal-usul jaket jeans hingga akhir abad 1800-an. Jaket jeans mampu naik dan masuk dalam budaya kita, setelah menjadi pakaian para pekerja tambang, ia lalu diidentikan dengan koboi karena memberikan kesan jantan. Setelah era koboi memudar, jaket jeans mampu berevolusi bersama budaya kaum muda yang tumbuh bersamanya.

Jaket Jeans dalam Digit

€ 350, harga sebuah jaket jeans dari Levi’s yang merupakan jaket jeans keluaran pertama “Type III” dan hanya diproduksi sebanyak 120 dalam rangka merayakan hari jadi ke 50.

2,7 miliar meter kain denim diproduksi di seluruh dunia.

$ 93 miliar, penjualan jaket jeans pada tahun 2016, ini melampaui apa yang diprediksi oleh NPD, perusahaan riset pasar.

50%, jaket jeans diproduksi di negara Asia seperti Banglades, Cina, India.

Sejarah Jaket Jeans

Jaket jeans pertama kali diciptakan di Amerika sekitar tahun 1880 oleh legenda sekaligus pendiri Levi’s, Levi Staruss, sekitar sepuluh tahun setelah ia menciptakan jeans sebagai pakaian kerja yang baru yang dimaksudkan untuk pkerja tambang, pekerja perkereta apian, dan koboi. Staruss mendapat kredit tersebut setelah mendesain jeans pertama kali pada 1870 sebagai garmen yang tahan lama untuk para pekerja. Jahitan yang khas dari jaket jeans ini mewakili revolusi dan budaya Amerika yang bekerja keras.

Setelah mewakili pekerja, Jaket jeans pada awal 1950 menjadi ikon pembrontak untuk kecenderungan baru masyarakat Amerika, materialisme, dan urbanisasi- memberikan jaket itu status keren dan klasik. Pada masa ini Jemes Dean, seorang aktor film menjadi refresentasi dari gambaran pembrontak yang ditunjang juga dengan beberapa filmnya.

Bergerak pada masa 60 hingga 80-an sebuah jaket jeans, kaos distressed, celana jeans cutbray yang mencuri perhatian, menjadi refresentasi visual untuk band-band rock yang anti pendiri lagu kebangsaan. Di era 90-an dan 2000, artis hip hop dan pop memberikan pernyataan klasik terhadap jaket jeans. Sementara filosofi di dalamnya tetap tak berubah, warisan pakaian informan namun tetap edgy.

Timeline Jaket Jeans

1880, Levi Staruss mendesain jaket jeans diperuntukan untuk kaum pekerja.

1955, Jaket jeans mewakili ikon pembrontak yang ditangkap lewat aktor James Dean.

1962, Levi Strauss & Co. memperkenalkan jaket jeans “type III trucker”.

1960-an, Jaket jeans menjadi refrensetasi band rock, hal itu dengan mudah dapat ditemukan di jalan-jalan.

2000-an, Jaket jeans banyak digunakan oleh para penyanyi hip hop dan pop.

2015, Levis Strauss & Co. mengeluarkan desain jaket jeans menggunakan resleting untuk mereka yang bekerja dengan menggunakan sepeda.

2017, Google dan Levi Strauss & Co. berkolaborasi untuk mengembangkan jaket jeans masa depan dengan mempunyai kemampuan layar sentuh.

Fakta Jaket Jeans

Kata Jeans adalah Sebuah Kota Di Italia

Walau Amerika adalah negara yang dikenal sebagai pembuat jeans, namun pada kenyataanya kata jeans sendiri bukanlah sebuah kata dari Amerika, tempat di mana ia diasalkan.

Kata jeans diyakini para sejarahwan merupakan nama sebuah kota di Italia. Para sejarahwan telah menunjuk sebuah wilayah yang diyakini dari mana kata “jeans”. Menurut berbagai sumber, jeans adalah sebuah kota di Italia, yaitu Gen. Kota ini juga diyakini menjadi tempat pertama jeans di produksi.

Hubungan Cinta antara Subkultur Kaum Muda dan Jaket Jeans

Ada sesuatu yang mistis tentang jaket jeans. Item yang satu ini, yang terbuat dari bahan denim yang mungkin bisa menjadi sangat amat kusam namun masih enggan kita masukan kedalam tempat cucian, yang mungkin juga menjadi sebuah simbol revolusioner. Mereka dianut oleh segala kalangan, mulai dari model-model fashion, anak skater, anak hipster, hingga bermacam kelompok perkumpulan lainnya.

Ketika perubahan budaya dan subkultur bermunculan, jaket jeans memiliki cara tersendiri untuk ikut berubah bersama kita, berubah menjadi apapun yang kita mau dan butuhkan saat ini. Menjadi sebuah pakaian yang paling serba guna yang pernah diciptakan.

Lebih dari sekadar sebuah pakaian, nyatanya jaket jeans telah menjadi pusat bagi hampir setiap subcultur anak muda hingga 70 atau 80 tahun terakhir. Mungkin memang kita tak secara langsung terlibat pada periode di mana jaket jeans menjadi bagian keemasan hip-hop tapi kita dapat langsung mengenali bagaimana jeans memeluk masa-masa keemasan tersebut, dengan anak muda dibaliknya, dengan nama-nama besar yang melambung bersamanya, menjadi gaya khas yang sulit dilepaskan.

Bagi mereka yang terlalu lelah dan tak menyekuai struktur masyarakat, pilihan mode ini menjadi cara mereka membrontak. Mengadopsi jaket jeans sebagai bentuk pembrontakan, kemberdekaan, dan ekspresi diri. Kaum muda mengambil jaket jeans mereka dan membuatnya sendiri. Seperti para pendahulu, seperti yang dilakukan kakek dan nenek dahulu.

Amy Leverton, penulis buku Denim Dudes, menjelaskan “Ketika jeans pertama kali dipakai, itu hanya pakaian para pekerja,”. Ia melanjutkan “Di tahun 50-an, era James Dean, itu mulai dilihat sebagai semacam barang mode pemberontak. Mereka berbaur dengan karakter pribadi, menjadi kunci kesuksesan dari jaket jeans.

Jaket jeans dapat untuk mewakili kebebasan dalam berbagai bentuk. Kebebasan dari streotip gender, kebebasan dari pemerintah yang menindas, kebebasan dari aturan dan harapan generasi yang lebih tua, dan kebebasan dari konsumerisme (walau ini kadang terdengar ironi karena beberapa jaket jeans dijual dengan harga premium). Sepertinya disetiap gerakan atau subkultur ada jaket jeans yang menyertai.

Pada tahun 50-an, ketika perang dunia baru saja usai, campuran mencari identitas pasca Perang Dunia II dan memiliki lebih banyak waktu untuk nongkrong dan berbicara tentang ide-ide besar, mendorong para remaja untuk tertarik pada musik baru seperti rock and roll dan James Dean menjadi ikon. Subkultur remaja pemberontak baru muncul dengan memakai pakaian seperti idola mereka: celana jins biru, kaus putih digulung, dan jaket jeans. Jaket jeans menjadi pakaian santai remaja yang ingin membuktikan bahwa mereka tidak peduli dengan harapan. Workwear diubah menjadi individualistis.

Sepertiga penduduk pada tahun 1960 berusia di bawah 18 tahun. Pemuda berkuasa, dan meskipun mereka tumbuh dalam masyarakat yang sebagian besar makmur, mereka kecewa dengan aturan dan harapan masyarakat. Anak-anak muda merasa sakit hati karena ketidaksetaraan – terutama ketika menyangkut masalah ras dan gender – memunculkan generasi musik baru, kebebasan baru, ide-ide baru, dan gaya pakaian baru. Jaket jeans bukan hanya menjadi pilihan mode namun juga mewakili pergeseran menuju penolakan ketidaksetaraan.

Lalu masuk 70-an,di era punk yang anti-mode dan anti kemapanan, dan mereka memimpin kaum muda menuju cara berpikir, perasaan, dan berpakaian yang baru. Diterjemahkanlangsung dengan pakaian jeans sobek-sobek mereka. Pada masa di mana Wall Street menjadi raja, dan masyarakat nampaknya didorong oleh keserakahan, para pemuda mencari hubungan yang lebih dalam dengan musik dan orang-orang di sekitar mereka.

Bergeser dengan hip hop yang keluar dari pemuda kulit hitam yang kehilangan haknya dan mengukir ruangnya sendiri. Mode yang mereka pilih tidak mencerminkan mereka di masyarakat, dan ketika genre musik hip hop memperoleh pijakan, gaya mereka muncul di garis terdepan. Tampilan sepatu bergaya, kaos oversize, dan celana jeans berkaki lebar.

Mode sketboarding di awal 2000 an mengklaim versi mereka sendiri, dengan subkultur emo/indie. Pada masa ini penerimaan atas kesadaran gender sudah dimulai, dan penerimaan terhadap homoseksual.

Untuk apa yang berikutnya hubungan antara jaket jeans dan kaum muda, Leverton mengatakan bahwa sebagian kaum muda ingin kembali ke kualitas yang lebih baik, gaya yang lebih praktis. Subkultur seperti apa lagi yang akan melibatkan jaket jeans di dalamnya? Itu akan sulit ditebak.

Namun satu yang pasti, kita akan terus membentuk jaket jeans sesuai dengan budaya ke depannya. Gagasan gaya paling disukai dan paling terbaik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *