Bagaimana Gestur Merambah Teknologi

Gerakan tangan menjadi asal-usul komunikasi manusia, lalu itu berkembang menjadi sebuah pengembangan teknologi yang luar biasa memudahkan kita.

Kita menggunakan gerakan tangan lebih banyak dan cepat ketimbang bagian tubuh kita yang lainnya. Bahkan gerakan memainkan peran dominan dalam komunikasi kita sehari-hari. Kemampuan ini yang kemudian menarik para ilmuan untuk mengembangkan teknologi berbasis gestur terutama pada tangan kita.

Ada sejumlah perangkat sehari-hari yang telah mengadopsi teknologi ini seperti smartphone, laptop, game, televisi. Yang terbaru, teknologi ini akan diadopsi dalam mobil.

Gestur dalam Digit

272 gerakan tangan, digunakan oleh para pembicara TED Talks selama presentasi mereka.

2.095,1 ribu unit, sistem berbasis sentuhan digunakan pada 2017.

44%, pertumbuhan teknologi otentikasi sidik jari. Pertumbuhan ini dari penggunaan smartphone, akses kendaraan dan fungsi kendaraan lainnya.

$ 1500, harga sebuah laptop yang dikeluarkan Toshiba dengan seri Qosmio G55. Laptop ini menawarkan integrasi pengenal gerak dan komputerisasi sehari-hari.

 

Sejarah Teknologi Gestur

Teknologi gestur adalah sebuah topik besar para ilmuan dalam bidang komputer dan bahasa untuk menafsirkan gerakan manusia melalui algoritma matematika. Gestur dapat berasal dari gerakan atau keadaan tubuh yang umumnya berasal dari wajah atau tangan. Pengembangan awal dari teknologi gestur adalah untuk dapat mengenali emosi melalui wajah.

Pengguna dapat menggunakan gerakan sederhana untuk mengontrol atau berinteranksi dengan perangkat tanpa menyentuhnya secar fisik. Banyak pendekatan telah dikembangkan dengan menggunakan kamera dan algoritma visi komputer untuk mengintrepretasikan bahasa isyarat. Pengenalan gestur ini dapat dilihat sebagai cara bagi komputer untuk mulai memahami bahasa tubuh manusia, sehingga membangun jembatan yang lebih kaya antara mesin dan manusia daripada penggunaan teks atau grafis.

Timeline Teknologi Gestur

1940- Seorang ilmuwan Isaac Asimov  merancang robot yang mampu digerakkan dengan menggunakan gerakan tubuh.

1960-an– Gestur dan gerakan tangan digunakan untuk mengajari seekor simpanse untuk keperluan penelitian.

1977– Para peneliti dari University of Illinois di Chicago membuat prototipe Sayre Data Glove memanfaatkan fungsi gerakan tangan menggunakan saklar taktil, sensor optik atau resistensi untuk mengukur lentur sendi.

1989- Nintendo merilis Power Glove sebagai perangkat kontrol untuk konsol game.

1995– Pinch glove oleh Fakespace diluncurkan sebagai antar muka gestur pertama yang tersedia secara komersial.

2002- Film Minority Report dibintangi oleh Tom Cruise rilis, film Sci-Fi ini mengisahkan tentang kemampuan touchless tahun 2054 yang mampu mengetahui tindakan kejahatan sebelum kejahatan itu dilakukan.

2009- Artist Karolina Sobecka memulai debut Sniff, seekor anjing digital yang diletakkan pada sebuah toko di Brooklyn yang bereaksi dan mengikuti orang yang lewat. Anjing tersebut bereaksi terhadap gerakan tangan untuk menentukan orang tersebut ramah atau bermusuhan.

2010- Microsoft Kinect dirilis sebagai fitur tambahan dari X-box yang berfungsi untuk merekam gerakan 2D.

2011- Siri dirilis, sebagai pengenal suara pertama.

2016- Amazon merilis Alexa yang mempunyai fitur seperti Siri.

2017- DJI meluncurkan Spark, sebuah drone kecil yang dikendalikan oleh gerakan tangan yang dirancang untuk mengikuti penggunanya dan mengambil selfie.

Touchless User Interface, Babak Baru Teknologi Gestur

Masuknya komputer secara besar-besaran dalam kehidupan masyarakat modern telah membawa sebuah interaksi baru antara manusia dengan komputer. Bahkan belakangan ini konektivitas digital berkembang menjadi sesuatu yang tak bisa dilepaskan di kehidupan manusia, bahwa kita tak bisa hidup tanpa itu.

Teknologi telah tertanam dalam kehidupan kita sehari-hari yang kita gunakan untuk bekerja, berbelanja, berkomunikasi dan bahkan menghibur diri sendiri. Penelitian dari Bohn, J  Ambient Intelligence. Social, Economic and Ethical implications of Ambient intelligence and ubiquitous computing percaya bahwa masa depan perangkat cerdas akan mempu mengatasi dan mengantisipasi kebutuhan manusia. Penelitian dari Bohn tidak bisa dielakkan lagi.

Saat ini sudah berkembang juga teknologi tanpa sentuhan. Teknologi yang muncul ini memungkinkan kita untuk dapat melakukan suatu hal tanpa benar-benar menyentuhnya atau yang dikenal dengan Touchless user interface (TUI). Salah satu yang berkembang adalah teknologi perintah suara.

Pengenal suara ini cocok untuk memilih musik, menyetel televisi, penggunaan yang melibatkan tugas-tugas sederhana seperti pengaturan timer, melihat ramalan cuaca, atau membuka pintu sangat cocok menggunakan pengenal suara, kata Matt Crowley CEO Vesper. Ini bukan hanya tentang pengenal suara sebagai fitur baru dari pengenal gestru, tapi ini sebuah teknologi baru yang datang ke pasar dan para desiner berlomba untuk mengembangkannya.

Setiap suatu hal baru tentu mempunyai tantangannya tersendiri ketika dilempar kepada publik, “Tantangan untuk ultrasound adalah bahwa ini merupakan teknologi baru untuk elektronik konsumen, sehingga banyak pelanggan yang tidak akrab dengan kemampuannya.” kata David Horsley, CTO, Chirp Microsystems.

Pengenal suara juga merambah ke dunia medis. Diadopsinya teknologi antarmuka ini memungkinkan pekerja medis mendapatkan kemudahan interaksi pasien dan pekerja medis. Sebuah perusahaan bekerja sama dengan Orbita untuk mengeluarkan sebuah fitur yang disebut ERT untuk memasukkan suara sebagai komponen pengumpulan data pasien (survei lengkap, verifikasi penyelesaian, dan melaporkan masalah kesehatan ).

Teknologi diciptakan memang untuk memudahkan pekerjaan kita, memangkas waktu kita dalam mengerjakan sesuatu hal. Makin majunya teknologi saat ini menjadikan kita seperti menggenggam dunia. Semua hal dapat kita lakukan dengan memanfaatkan tangan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *