Berbagi Planet Dengan Robot

Sebuah dokumenter HBO berjudul ‘The Truth About Killer Robots’ premier pada 26 November lalu, memberikan pandangan kritis pada perkembangkan teknologi dan ketergantungan kita akan hal itu.

Artificial intelligence (AI) diperkirakan akan menggantikan pekerjaan manusia dalam 10 tahun ke depan. Robot akan memasuki berbagai aspek kehidupan manusia di masa mendatang. Sesuatu yang bisa kita takutkan, dan tak pernah juga terbayangkan oleh para pemikir seperti Karl Marx yang menganggap komunis adalah yang akan menguasai dunia, tapi ternyata yang lebih mengkhawatirkan saat ini bukan lah perkembangan komunis tapi bagai mana robot mulai menguasai berbagai sektor pekerjaan yang dahulu dikerjakan oleh manusia.

Seorang ahli teknologi, Peter Diamandis mengungkapkan bahwa dunia lebih akan cepat berubah, robot akan menguasai setiap aspek kehidupan, tak perlu menunggu waktu 40-50 tahun untuk menyaksikannya. Bahkan sebuah penelitian memperkirakan 40% dari 500 perusahaan yang ada di dunia tak akan ada lagi dalam 10 tahun mendatang.

The Truth About Killer Robots

Pengenalan masuknya kecerdasan buatan atau yang lebih akrab disebut artificial intelligence (AI) ke dalam perekonomian manusia menjadi narasi utama film dokumenter karya Maxim Pozdorovkin, The Truth About Killer Robots tayang perdana pada 26 November di HBO. Pozdorovkin mengamati dengan seksama bagaimana mobil otomatis, robot industri, perangkat pendeteksi bom otomatis telah menyusupi kehidupan manusia dengan segala efek baik dan buruk yang datang bersama mereka.

Film ini dinarasikan oleh “host” robot bernama Kodomoroid. Kodomoroid sangat terlihat seperti manusia, meskipun suaranya yang terputus-putus dan gerakannya yang kaku, tetap dengan mudah membuat kita mengenali bahwa itu adalah sebuah robot. Pemilihan robot untuk menceritakan tentang robot pembunuh tentu sebuah hal yang keras.

Kodomoroid menjabarkan narasi tentang film dan mengenalkan anekdot yang melibatkan pekerja yang secara naas meninggal di pabrik Volkswagen di Jerman- akibat malfungsi robot.

Kecelakaan di pabrik Volkswagen ini kemudian menggulirkan pertanyaan sentral dalam film dokumenter, “dapatkah robot bertanggungjawab atas kematian pekerja walau hal tersebut terjadi tidak sengaja? Dan bagaimana kita menganggap mereka bertanggungjawab atas itu? Sejumlah ahli mencoba menjabarkan pandagan mereka tentang hal ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Dokumenter ini juga meneliti efek robot, tenaga kerja, dan ekonomi dunia. Pengenalan automaton (sebuah mesin yang dapat bergerak sendiri, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan robot) telah memindahkan fungsi ratusan pekerja. Christoph Walter seorang insinyur robot dari Freiburg, Jerman melihat automaton bukan masalah. Ketika diwawancara dalam film dokumenter, dia menjelaskan “Kami tak ingin mengganti pekerja dengan robot, kami ingin mendukung pekerja.”

Lewat dokumenter ini, Pozdorovkin ingin menyuarakan tentang “moralitas” robot. Isaac Asimov, penulis terkenal dan ahli biokimia pada tahun 1942 menyusun tiga hukum robotik. Pertama, robot tidak boleh dibiarkan menyakiti manusia dengan cara apapun. Kedua, robot harus diprogram untuk mematuhi perintah manusia, kecuali itu bertentangan dengan hukum manusia. Ketiga, robot harus diizinkan untuk melindungi dirinya sendiri, dengan asumsi tidak bertentangan dengan aturan pertama dan kedua.

Pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang coba dijawab oleh film The Truth Killer Robot dan hukum robotik Asimov memang semestinya dikaji. Terutama untuk robot yang dipekerjakan dalam kepolisian, di mana robot digunakan untum membunuh, menangkap penjahat, serta menjinakan bom dan melindungi warga.

Dari Film Menjadi Kenyataan

Robot yang mengambil alih pekerjaan manusia sesungguhnya telah sering kita temui dalam cerita film bergenre Sci-Fi. Sebut saja film I,Robot yang dibintangi oleh Will Smith yang menceritakan tahun 2035 di mana teknologi tak lagi bisa dibendung, berbagai robot terus digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Namun kehadirannya tak disetujui semua kalangan termasuk Will Smith sebagai tokoh utama. Namun tak perlu menunggu waktu hingga 2035 untuk melihat sebagaiian pekerjaan manusia dilakukan oleh robot. Penggambaran masa depan dalam film tentang seperti apa masa depan kehidupan kita lambat laun seperti menjadi kenyataan.

Sejumlah film terlebih dahulu telah menangkap kebutuhan kita akan kemudahan dengan dimoderatori oleh robot. Menjadi teman dalam kesepian, memudahkan pekerjaan, membantu tugas polisi semua itu telah dapat dilakukan oleh robot dikehidupan nyata dari sekadar hanya bagian adegan yang dibantu teknik komputer.

Berdampingan dengan Robot

Semakin banyaknya sektor yang melibatkan penggunaan robot pada sendi kehidupan kita, melahirkan satu pertanyaan yang menarik. Mampukah kita berbagi hidup dengan robot?

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini yang dimuat dalam artikel Forbes, hampir dua pertiga atau 60% orang Inggris percaya akan ada robot disetiap rumah dalam 50 tahun mendatang dan mereka juga tak dapat menyangkal bahwa tidak mungkin robot tidak menjadi bagian dari keluarga mereka.

Good Robot report ditugaskan oleh sebuah perusahaan robotik Anki untuk melakukan identifikasi terkait apa yang orang harapkan dari hidup bersama dengan robot. Hasilnya 27% mengharapkan dukungan untuk pekerjaan rumah tangga mereka. Mereka berharap dengan adanya robot menjadi bagian dari keluarga mereka dapat setidaknya mengurangi pekerjaan berat di rumah sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan lain.

Sementara 13% lain menjawab, dengan adanya robot mereka tak akan lagi merasa kesepian. Mereka melihat kesempatan sosial yang lebih luas dari kehadiran robot.

Robot mungkin akan lebih cerdas daripada kita. Dan itu adalah sebuah kemajuan yang nyata yang ada di depan kita, dengan satu hal, kita akan berbagi planet kita dengan robot dalam berbagai sektor. Apapun itu, kita akan menghadapinya bersama dengan mereka.

Bahkan seorang robotik terkemuka mengatakan bahwa pada 30 tahun ke depan robot akan mendapatkan hak sipil laiknya manusia pada umumnya. Seperti yang dilansir laman The Independent  David Hanson, pencipta robot Sophia yang fenomenal memprediksi pada tahun 2029 mungkin robot akan mendapatkan hak untuk menikah, memiliki tanah, ikut dalam penelitian, sesuai dengan penelitian.Ia menambahkan “Karena tuntutan masyarakat terhadap mesin yang lebih cerdas secara umum mendorong kompleksitas AI ke depan, akan muncul titik kritis di mana robot akan menuntut hak mereka untuk ada, untuk hidup bebas, dan berkembang ke potensi penuh mereka,” tulis Hanso.

Salah satu penulis yang berpandangan jauh ke depan yang melihat ke datang saat seperti ini , Alan Turing menulis dalam makalahnya tahun 1951 untuk mengukur kesiapan kita untuk menganggap kecerdasan mirip manusia pada mesin mengatakan “tampaknya setelah metode AI dimulai, tidak akan butuh waktu lama untuk melampaui kekuatan kita.”

Jika kita bisa mengembangkan mesin-mesin berpikir, memastikan mereka aman, bermanfaat adalah sesuatu yang misi besar abad ini.  Dan kita harus menghadapinya bersama, penerus kita tentu saja akan hidup di zaman yang berbeda, mungkin lebih Machinocene daripada Anthropocene. Tugas kita adalah untuk membuat yang terbaik dari transisi zaman ini, untuk mereka. Kita membutuhkan kecerdasan manusia terbaik untuk membuat kecerdasan buatan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *