Board Games, Bermacam-macam Tapi Tetap Asik Jua

PlayStation dan Xbox mungkin mendapat perhatian dan dipuja-puja oleh semua penikmat gim di seluruh dunia, namun board games telah lebih dulu melakukan revolusi dan ada hingga sekarang.

Hobi menyenangkan bermain gim bukanlah penemuan modern. Sementara orang zaman kuno tak punya telepon genggam dengan aplikasi yang beragam untuk menghibur diri mereka, mereka menghabiskan berjam-jam untuk bermain board games baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Board Games dalam Digit

$263 juta, pendapatan film board game Jumanji 1995 di seluruh dunia.

$19.82, harga yang dibandrol Hasbro untuk board games Monopoly edisi Millenial.

25%-40%, pertumbuhan penjualan board games tiap tahunnya.

5000 tahun, usia board games dari penduduk UR di Mesir Kuno, gim ini adalah gim balapan dengan satu dadu knucklebone. Gim ini pun menyebar luas tak hanya di penduduk UR tapi hingga negara-negara sekitar Mesir.

Sejarah Board Games

Tidak ada yang mengetahui siapa inovator yang pertama kali mulai bermain gim. Mungkin gim paling awal diciptakan pada zaman prasejarah, ketika itu alat permainannya dari kayu dan tulang. Masih sedikit sulit untuk mengungkap negara mana yang pertama kali memainkan gim tertua di dunia, namun penemuan yang dibuat situs arkeolog menemukan sejumlah  permainan kuno di Mesir, Turki, Suriah, Iraq yang masih menjadi misteri para arkeolog.

Dengan cepat gim pun menjadi hiburan yang menarik, hadiah diplomatik, penggambaran kekayaan, hingga artefak yang diinginkan sebagai hadiah yang dibawa saat mati. Pada awalnya juga, tak dapat diketahui berapa banyak orang yang dapat bermain atau siapa saja yang diperbolehkan memainkan gim tersebut.

Bukti dari temuan arkeolog yang lain menemukan bahwa bangsa Mesir kuno sudah memainkan board games, hal itu dibuktikan dari relif yang ditemukan di makan istri Ramses II yang terkenal Ratu Nefertari sedang memainkan Senet. Senet pun dianggap board games paling tua dan pertama, walau tak ada yang benar-benar bisa menjamin hal tersebut.

Timeline Board Games

3500 SM, Permainan Senet dipercaya pertama kali hadir. Permainan ini sendiri ditemukan di pemakaman Dinasti Predostastik dan Dinasti Pertama Mesir. Permainan ini ditemukan terkubur bersama Tutankhamun dan tergambar dimakan Ratu Nefertari.

1400 SM, dipercaya sebagai masa ditemukannya dadu, pertama kali dadu dibuat menggunakan batu dan tanah liat. Pada perjalananya dadu dikembangkan oleh semua budaya kuno di seluruh negara.

1931, Permainan BattleShip diperkenalkan dalam bentuk papan dan kertas. Perminan ini tentang tebakan angkatan laut.

1935, Monopoly diperkenalkan untuk pertama kalinya. Pada tahun ini pula Monopoly menjadi board games terlaris di Amerika.

1943, Permainan ular tangga di bawa ke Amerika oleh Milton Bradley. Aslinya permainan ini berasal dari India dan sudah ada sejak 200 SM, permainan ular tangan mengajarkan anak tentang kebaikan dan kejahatan. Memanjat tangga berarti kebaikan, meluncur ke bawah ular berarti kejahatan.

1957, Permainan catur diadopsi ke dalam komputer.

1995, Film Jumanji rilis, film ini mengisahkan tentang permainan papan dan petualangan menelusuri hutan liar.

Fakta Board Games

Keluarga Kerajaan Inggris Tak Diizinkan Bermain Monopoly

Saat keluarga lain mungkin akan menghabiskan malam ketika merayakan Natal dengan bermain permainan papa seperti Monopoly namun keluarga kerajaan Inggris justru dilarang untuk memainkannya.

Hal ini terungkap ketika Pangeran Andrew melakukan kunjungan dan disodorkan papan permainan, ia mengakui bahwa mereka tak diizinkan untuk memainkan permainan papan klasik. Menurut Telegraph ketika itu Pangeran Andrew mengatakan bahwa ” Kami tidak diizinkan untuk bermain Monopoly di rumah. ia menambahkan “Itu terlalu ganas.”

Pangeran Andrew pun tak menjelaskan, apa semua board games dilarang dimainkan oleh anggota kerajaan, tapi yang pasti tak ada tempat untuk Monopoly di kerajaan.

Alasan bagaimana permainan Monopoly dinilai terlalu “ganas” untuk keluarga kerajaan yang membuat itu menjadi sesuatu terlarang dan tentunya harus ditaati oleh semua kelurga kerajaan.

Monopoly for Millenials, Sebuah olok-olok atau Ungkapan Realita

Baru-baru ini Hasbro, perusahaan mainan terkenal, mengeluarkan papan permainan Monopoly dengan seri Millenials. Tentu saja seri ini ditargetkan untuk menarik orang-orang kelahiran 1981 sampai 1996 dengan memasukan semua konten streotip milenium di dalamnya.

Inti dari permainan ini adalah ketimbang membeli sebuah real estate lebih baik menggunakan uang tersebut untuk pengalaman.- seperti yang tertulis di kotak “Forget real estate. You can’t afford it anyway. Adulting is hard. You deserve a break from the rat race!”

Pengalaman yang dimaksudkan seperti traveling, makan di restoran vegetarian, tidur di sofa teman, dan pemenang ditentukan dari yang paling banyak mengumpulkan pengalaman bukan lagi mengumpulkan uang. Pembuat juga melakukan menyesuaian pada maskot Rich Uncle Pennybags dengan memberikannya earbud, kacamata hitam, segelas kopi.

Dalam penjelasannya melalui email kepada CNN, Hasbro menekankan bahwa Milenial adalah generasi yang paling banyak saat ini, dengan berbagai hal tak berujung yang mereka lalui dan generalisasi konyol yang bisa mereka hadapi dibanding dengan generasi sebelum mereka. Jadi kami coba hadirkan sebuah permainan untuk memberikan para penggemar pengalaman ringan yang memungkan Millenial untuk melepaskan diri dari kehidupan nyata dan mengertawakannya.

Ternyata apa yang Hasbro coba sampaikan lewat edisi Monopolynya kali ini justru dianggap sebagai upaya mengolok-olok oleh netizen yang kebanyakan Millenial. Berbagai tanggapan tentang permainan papan ini pun berseliweran di media sosial seperti Twitter untuk mengekspresikan kekesalan mereka.

Monopoly for Millenials dari Hasbro

Banyak orang yang mengungkapkan kesalahan mereka dengan memberikan “jab” pada generasi baby boomers.

Namun di lain sisi, apa yang Milenial hadapi dan jalani saat ini itu lah yang dituangkan oleh Hasbro lewat edisi Monopolynya kali ini. Bagaimana generasi Milenial begitu tergila gila dengan pengalaman hingga dikatakan sebagai generasi yang terancam kesulitan untuk memiliki rumah karena gaya hidup. Bahkan sebuah tulisan pada laman Fortune baru-baru ini mengungkapkan generasi millenial akan hidup lebih miskin ketimbang generasi yang sudah sudah.

Temuan tersebut didasari oleh analisis pengeluaran, pendapatan, utang, kekayaan bersih, dan faktor demografi di antara generasi yang berbeda. Kaum Millenial yang begitu mendukung “pengalaman” dan bergesernya cara antar generasi mebagi pengeluaran antara barang dan jasa. Pengeluaran untuk rumah adalah yang paling sedikit yang dikeluarkan milenial.

Bisa jadi kita, kaum Millenial, merasa apa yang dilakukan Hasbro dengan Monopoly for Millenial adalah sebuah olok-olok karena sejatinya seperti itulah kita, hal itu terasa begitu dekat hingga kita merasa marah. Sehingga kita tak dapat mengambil sebuah lelucon yang coba dihadirkan Hasbro.

Apa yang paling frustasi dari Millenial for Monopoly sebenarnya terletak bagaimana kekhawatiran kaum millenial adalah komoditas yang hebat. Ada banyak sekali! Luar biasa bagaimana Hasbro bisa menangkap itu dan menjadikannya sumber uang.

Edisi Monopoly for Millenials ini sendiri sudah tak lagi dikeluarkan oleh Hasbro, mungkin karena segala reaksi negatif yang hadir sejak dirilis, tetapi beberapa situs belanja online seperti Amazon masih menyediakannya dalam edisi khusus.

 

Papan permainan terus berevolusi tak berhenti walau berbagai permainan digital hadir menawarkan berbagai keunggulan teknologi, tapi tentu ada satu yang tak dibawa oleh permainan digital dan hanya bisa dirasakan oleh papan permainan, sebuah interaksi nyata, bertatap muka, berhadapan saling menunggu giliran.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *