Bohemian Rhapsody Yang Terus Laris Manis

Billboard melaporkan bahwa lagu Queen “Bohemian Rhapsody” menjadi lagu dari abad 20 yang paling banyak di streaming dengan sekitar 1,6 miliar streaming di seluruh dunia. Angka ini jauh meninggalkan Nirvana dengan “Smells Like Teen Spirit” atau Guns N Roses “November Rain” dan “Sweet Child O ’Mine”.

Berita ini datang hanya berselang satu bulan setelah untuk ketiga kalinya “Bohemian Rhapsody” masuk dalam Billboard Hot 100. Queen telah memiliki sinyal musik yang kuat dengan kemampuan musiknya yang menembus lapisan generasi dan demografi.

Queen dalam Digit

$ 539 juta, Pendapatan dari film biopik Queen ‘Bohemian Rhapsody’ secara global.

5, Studio berbeda digunakan untuk merekam lagu “Bohemian Rhapsody”.

No.1, Posisi lagu “Bohemian Rhapsody” di tangga lagu Inggris dan bertahan selama 9 minggu.

130.000, Penggemar menyanyikan bersama lagu “Love Of My Life” dalam konser Queen di Estádio do Morumbi, Sao Paolo. Menjadi adegan paling menyentuh yang dihidupkan kembali dalam film “Bohemian Rhapsody”.

20.000, Pendengar BBC Radio 2 menganggap Queen sebagai band Inggris terbaik pada 2007 mengalahkan The Beatles yang hanya mengumpulkan 400 suara.

75.000, Penonton konser amal ‘Live Aid Show’ pada tahun 1985 bertepuk tangan bersama saat penampilan Queen dengan lagunya “Radio Ga-Ga” menjadikan penampilan itu dinobatkan sebagai “World’s Greatest Rock Gig,” oleh jajak pendapat BBC pada 2005.

£ 150 juta, Sumbangan yang berhasil terkumpul dari konser ‘Live Aid Show’, untuk membantu korban kelaparan di Afrika.

6000, Tiket konser Queen di Barcelona terjual dalam waktu 24 jam saja.

3 minggu, Waktu yang dibutuhkan untuk merekam lagu “Bohemian Rhapsody”.

£ 4500, Biaya untuk memproduksi video klip “Bohemian Rhapsody” yang disutadarai oleh Bruce Gowers.

20 juta copy, Album “Made In Haven” terjual di seluruh dunia. Menurut Brian May album ini menjadi album terbaik dari Queen karena dikerjakan dengan proses yang lama.

Sejarah Queen

‘When I first joined Queen, the other three argued like mad and I just kept out of it.’- John Deacon, dikutip dari bab empat “Strange Vibrato” buku Is This the Real Life?: The Untold Story of Queen (2011), oleh Mark Blake.

Queen adalah sebuah band rock asal Inggris yang mempunyai perpaduan heavy metal, glam rock, bahkan gospel yang meraup kesuksesan besarnya di periode tahun 1970-1980 an. Queen menciptakan musik yang unik dari gitar Brian May dan harmoni vokal yang dimeriahi aksi flamboyan dari Freddie Mercury. Band Queen beranggotakan Freddie Mercury ( nama asli Farrokh Bulsara), Brian May, John Deacon, dan Roger Taylor.

Awal mulanya Queen adalah pecahan dari band yang bernama Smile yang ditinggal vokalis mereka Tim Staffell, pada tahun 1971. Sisa anggota Smile yaitu Brian May dan Roger Taylor lalu membentuk grup baru dengan mengajak Freddie Mercury mantan dari vokalis band Wreckage. Beberapa bulan setelahnya John Deacon bergabung, mereka pun resmi terbentuk dan memulai latihan dan melakukan pertunjukan-pertunjukan kecil. Setelah semua anggota menyelesaikan kuliah, pada tahun 1973 mereka baru berkonsentrasi pada karir dan merilis album pertama dan memulai rangkaian tur.

Dibantu oleh produser Ray Thomas Baker, Queen berhasil meluncur di tangga lagu internasional berkat album ketiga mereka “Sheer Heart Attack” yang rilis pada akhir tahun 1974 dengan hit “Killer Queen” yang memuncaki tangga lagu no 2 di Inggris. Queen mendapat loncatan hebat dalam karirnya salah satu musik pop paling mahal dengan penjualan yang amat sangat baik. “Bohemian Rhapsody” menjadi signature untuk Queen dan berhasil mendapatkan platinum.

Popularitas mereka diuji dalam periode 1980-an namun sebuah konser amal pada tahun 1985 ‘Live Aid’ mengembalikan kejayaan mereka dengan menghantarkan mereka pada konser ditahun 1986. Lalu popularitas mereka menurun ketika sang frontman Freddie Mercury meninggal karena AIDS pada tahun 1991. Queen sempat vakum sejenak sebelum akhirnya mengeluarkan album kembali pada 1995 yang direkam setelah mereka menyelesaikan album Innuendo (1991), “Made In Haven” menjadi album studio Queen yang terakhir dengan formasi lengkap, 2 tahun setelah itu John Deacon memutuskan pensiun dari Queen.

Sejak 2011, Queen dengan formasi yang tersisa mengajak juara dari ajang Amerika Idol, Adam Lambert untuk mengisi posisi vokalis dan menggelar beberapa konser. Baru-baru ini pun Queen mengumumkan jadwal tur mereka untuk 2019.

Timeline Queen

1 Februari 1971– John Deacon bergabung dengan Queen yang menandakan band resmi terbentuk, Queen langsung menandatangani kontrak dengan label EMI Record.

1 Juli 1993– Debut album Queen dirilis, dengan kombinasi lagu-lagu glam dan hard rock.

1 Maret 1994– Tur resmi dimulai, Blackpool, Inggris menjadi persinggahan pertama.

1 April 1994– Band ini memulai tur AS pertama dengan menjadi tamu di Mott The Hoople. Namun pada bulan Mei, sisa tur harus dibatalkan karena Brian May pingsan dan didiagnosa terkena Hepatitis.

1 Nopember 1974– Album ketiga Queen dirilis “Sheer Heart Attack” dengan hit “Killer Queen” yang memuncaki tangga lagu di Inggris dan AS. Dari album ketiga ini pula nama Queen semakin melambung.

1 Januari 1975– “A Night At The Opera” rilis dan memuncaki tanggal lagu di Inggris selama sembilan minggu.

1 Januari 1976– Album baru Queen kembali dirilis “A Day At The Races” dengan hitnya “Somebody To Love”.

1 Januari 1977– “News of the World” rilis dengan dua hit dalam album ini yang paling terkenal “We Will Rock You” ditulis oleh May dan “We Are The Champions” ditulis oleh Freddie yang sebenarnya untuk menyuarakan kaum gay namun justru menjadi them song untuk ajang olahraga Olimpiade.

27 Februari 1984– “I Want to Break Free” dirilis.

13 Juli 1985– Sebuah konser amal ‘Live Aid’ mengembalikan kejayaan Queen.

30 Mei 1991–  Musik video Queen “The Haunting Days of Our Lives” menjadi musik video terakhir Freddie Mercury bersama Queen.

23 Nopember 1991– Freddie mengonfirmasi bahwa dirinya mengidap AIDS.

24 Nopember 1991– Sehari setelah mengonfirmasi bahwa ia mengidap AIDS, Freddie meninggal dunia.

1 Februari 1992– Dalam ajang BritAward, Freddie diberikan sebuah penghargaan ‘Outstanding Contribution to British Music’, atas jasanya terhadap musik Inggris.

20 Mei 1992– Sebuah konser tribute untuk mengenang Freddie diadakan dengan mengajak sejumlah musisi Bowie, Elton John, George Michael, Annie Lennox, Def Leppard and Guns N’ Roses. Hasil dari konser diberikan kepada yayasan Mercury Phoenix Trust, yang didirikan untuk kesadaran AIDS.

6 Nopember 1995– Album studio “Made In Haven” dirilis. Album ini berisikan tiga lagu yang sempat direkam oleh Freddie, “A Winter’s Tale”, “You Don’t Fool Me”, “Mama Love”.

Fakta Queen

Kilas Balik Lagu Bohemian Rhapsody

Queen klasik Mock Opera yang secara resmi dirilis 31 Oktober 1975, berarti telah lebih 40 tahun lalu. Meskipun album ini disambut dengan rasa skeptisisme namun berhasil dengan bertahan 9 minggu di tangga lagu. Saat ini juga dinobatkan sebagai single terlaris dengan nada tinggi Galileo yang mungkin kamu nyanyikan di dalam mobil.

Bohemian Rhapsody atau Bo Rhap seperti yang kita kenal sekarang, sudah ditulis oleh Freddie ketika ia masih menjadi mahasiswa di Ealing Art College, London tahun 1968. Dia mulai dengan kalimat pembuka- “Mama, just killed a man” tanpa melodi.

Lalu pada satu kesempatan Freddie memainkan balada pembuka lagu ini diiringi piano di hadapan sang produser Roy Thomas Baker yang justru menertawakannya. Setelah itu Freddie datang ke studio dengan membawa kertas penuh coretan menguraikan komposisi Bohemian, Baker pun bertekad untuk menjadikan lagu ini untuk menangkap visi Freddie.

Pada tahun 1975, rekaman dikerjakan dengan harmoni di bagian opera semua dinyanyikan oleh Mercury, drummer Roger Taylor, dan gitaris Brian May. Memerlukan 180 overdubs yang terpisah, pada akhirnya membutuhkan tiga minggu untuk menyelesaikan rekaman karena Freddie selalu menambah ‘Galileo’ dalam lagu. Setelah rekaman selesai Beker membiarkan Elton John mendengarkan lagu ini lalu ia menanggapi jika lagu 6 menit terlalu lama dan musik yang terlalu aneh untuk di putar di radio.

Lagu ini pun diputuskan untuk dirilis, Queen pun dihadapkan pada sebuah dilema antara memulai konser atau tampil di acara Top of the Pops yang kala itu menjadi hal yang wajib untuk band Inggris mempromosikan lagu baru mereka di sana. Mereka pun memecahkan persoalan itu dengan membuat film promosi atau yang waktu itu dikenal dengan “promo pop,” yang dapat ditampilkan tak hanya di Inggris tapi juga di seluruh dunia.

Di Sini Kita Ceritakan Tentang Queen & Live Aid

Itu adalah 13 Juli 1985, sebuah konser amal akan menyatukan beberapa musisi yang disaksikan ribuan pasang mata memadati stadium Wembley, Inggris, dan siaran satelit di stadion JFK, Philadelphia dan lebih dari 1,9 miliar di 150 negara menyaksikannya di layar kaca.

Pukul 18.44 di awali dengan TV komedian Mel Smith and Griff Rhys Jones yang menyambut Queen. Freddie berlari-lari kecil ke tengah panggung. Lalu suasana makin meriah setelah personil yang lain keluar panggung.

Selama 22 menit, Freddie dan bandnya berhasil mencuri perhatian yang tak bisa dialihkan oleh para penonton. Rambut klimis yang disisir ke belakang, kumis tebal, berbalut singlet gym dan jeans pucat- menjadi trademark tersendiri Freddie.

Dengan empat hari latihan intensif, Freddie memulai dengan duduk di pianonya dan jari-jarinya memulai memainkan pembukaan “Bohemian Rhapsody”, penonton pun dengan cepat meletus, Queen melanjutkan dengan medley hit terbaik mereka “Radio Ga-Ga”. Menonton ‘Live Aid’ akan membuat kamu merasakan peningkatan momentum, ketika penonton mulai tepuk tangan mengikuti ritme yang memberi jalan pada “Hammer To Fall”, sebelum “Crazy Little Thing Called Love”, “We Will Rock You”, “We are the Champions”, Freddie berhasil menyanyi seolah-olah penyampai pesan penting. Hari itu, ‘Live Aid’ milik Queen.

Lalu Freddie mengambil jeda sejenak, menarik nafas dan memasang gitarnya, “Lagu ini didedikasikan untuk orang-orang indah yang hadir malam ini” ia mengatakan kepada kerumunan penonton yang hadir, “Ah, ini sangat berarti, terimakasih sudah datang, dan membuat ini menjadi kesempatan besar”. Sambungnya lalu melanjutkan dengan penampilan akustik bersama Brian May, “Is This The World We Created?”- Pada momen ini Freddie berkata, “Seperti kita membuat lagu ini khusus untuk acara ini, padahal kenyataanya tidak”. Masih dikutip dari Is This the Real Life?: The Untold Story of Queen.

Pertunjukan ini merubah Queen menjadi band rock yang luar biasa. Bahwa konser ‘Live Aid’ menjadi pertunjukan cerdas dari Queen untuk mencari tahu cara memainkan diri mereka dalam waktu yang singkat, yang mengembalikan nama besar mereka. Queen sadar ini adalah jukebox global.

Sebelum ‘Live Aid’, Freddie memberikan motivasinya tampil dalam acara itu “Saya tidak melakukannya karena rasa bersalah. Bahkan jika saya tidak melakukannya, kemiskinan tetap ada di sana. Itu adalah sesuatu yang akan selalu ada di sana, jujur, ketika Anda memikirkannya. Saya melakukannya dengan bangga, kebanggaan bahwa saya telah diminta sebaik yang saya dapat benar-benar lakukan sesuatu seperti itu. Dan pada dasarnya saya melakukannya dengan perasaan bahwa satu cara semua kerja keras yang saya lakukan selama bertahun-tahun telah terbayar, karena mereka benar-benar meminta saya untuk melakukan sesuatu yang bisa dibanggakan.” ungkapnya yang dikutip dalam artikel Loudersound.

Para kritikus satu suara menyatakan bahwa, hari itu menjadi penampilan terbaik dari Queen. Freddie pun dianggap sebagai frontman teladan yang tahu harus bersikap seperti apa di atas panggung. Itu menjadi konser yang paling mengesankan, Brian mengakatakan bahwa bagian yang paling mengesankan adalah ketika melihat tepuk tangan saat lagu Radio Ga-Ga. “Aku tak pernah melihat yang seperti itu dalam hidupku, bagaimana mereka tahu, tak ada yang meminta mereka melakukan itu”. Mengutip Mojo Magazine edisi 1999.

Vincent Scarza sebagai director dari ‘Live Aid’ juga perlu diberikan penghargaan karena mampu menangkap momen Freddie, menyorotnya dari belakang jadi kita bisa melihat bagaimana 75.000 bertepuk tangan. Menjadikan itu salah satu momen paling terkenang dari ‘Live Aid’.

“Bohemian Rhapsody” sejatinya hanyalah hal kecil dari rangkaian kesuksesan yang menyertai perjalanan Queen dengan Freddie Mercury yang tak bisa dilepaskan dari semua itu. Etos dan kecerdasan yang demikian lah yang membuat kerja keras Queen terbayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *