“Fear Defeats More People than Any Other Thing in the World”- Elbert Hubbard

Fear Defeats More People than Any Other One Thing in the World. -Elbert Hubbard

Elbert Hubbard dan Kehidupannya

Elbert Hubbard dikenal sebagai pendiri dari Roycroft Art and Craft, dosen, filsuf, dan juga novelis. Ia lahir dengan nama lengkap Elbert Green Hubbard pada 19 Juni 1856 di Bloomington, Illinois.

Saat menjadi mahasiswa, Hubbard bekerja sebagai penjual sabun dari pintu ke pintu untuk perusahaan  J. Weller Company. Melihat kemampuan alami Hubbard dalam merayu konsumen, Larkin Company selaku pesaing pun membajak Hubbard dan memberikannya saham yang menggiurkan kala itu.

Keberhasilan dalam bisnis membuatnya memutuskan untuk mundur dari kuliahnya. Memasuki masa-masa sulit setelah perceraiannya dengan istri pertama, Hubbard pun menjual sahamnya senilai $75,000. Kemudian ia mendirikan sebuah percetakan yang ia namai Roycroft. Di sana Hubbard aktif menulis esai dan features untuk majalah The Philistine yang ternyata mendapatkan antusias tinggi. Artikel yang ia tulis laku bak kacang goreng. Hubbard pun mengajak beberapa seniman untuk bergabung dengan Roycarft sebagai pelebaran sayap bisnisnya.

Hubbard dan Tulisan Inspirasi

Pada tahun 1895 Hubbard merilis sebuah esai inspirasional yang berkisah tentang memperjuangkan mimpi seorang prajurit bernama Rowan untuk kemerdekaan yang berjudul “Message to Garcia” di terbitkan dalam The Philistine. Dari awalnya hanya sebagai pengisi dalam majalah The Philistine, esai ini pun dicetak ulang menjadi sebuah buku. Tercatat 40 juta eksemplar telah dicetak hingga 1913.

Hubbard sendiri juga seorang yang vokal dalam menyuarakan masalah reformasi dan kebebasan. Ia kehilangan kewarganegaraannya pada tahun 1913 karena penyalah gunaan majalahnya The Philistine kepada para pelanggannya. Setelah melakukan banding, tak lama ia kembali mendapatkan kewarganegaraanya dan melakukan perjalanan ke Eropa untuk membuat liputan perang dunia I. Ia dan istrinya pergi menggunakan sebuah kapal, tapi naas kapal yang ia tumpangin di tembak oleh tentara Jerman.

Fear Should Guide You

Fear Defeats More People than Any Other One Thing in the World. Sebuah kata terkenal dari Elbert Hubbard. Quotes ini pertama kali muncul dalam sebuah iklan “The Emma Dunn Method of Adult Education” yang diterbitkan dalam surat kabar The Los Angles Time pada 1936.

Apa yang coba dirangkai Hubbard dalam kata-katanya adalah sesuatu yang terkadang kita alami. Bukan individu lain yang mengalahkan kita, bukan individu lain yang membuat langkah kita tak beranjak, namun rasa takut yang teramat sangat. Bagaimana ketakutan sering menang dan mengisi kepala kita. Terutama ketika kita mecoba melakukan sesuatu hal yang baru. Seisi kepala kita dihinggapi rasa takut membuat kita berkecil hati dan pesimsitis. Energi negatif dengan cepat menjalar keseluruh tubuh ketika takut menghinggapi.

Arahan untuk “Taklukan Ketakutanmu” sering kita jumpai namun kata-kata itu terdengar hampa. Melakukan hal-hal menakutkan membuatmu tumbuh! Beranilah keluar dari zona nyamanmu! kata kata seperti itu mungkin terdengar baik namun tetap tidak mampu membantu membawa keberanian.

Rasa takut adalah pengganggu, ia memberi tahu kita apa yang harus dilakukan dan ketika kita menurutinya, maka dia berkuasa atas diri kita. Namun ketika kamu mengakui apa yang ditakuti oleh rasa takut, dan melakukan hal sebaliknya. Maka kamu mulai membangun keberanian kamu.

Kita sangat tergantung pada pengalaman kita di masa lalu. Padahal selalu ada hal baru. Untuk dapat melakukan sesuatu yang baru ini kita perlu menyelaminya. Kita dapat berpegangan pada pengalam baik di masa lalu, pengalaman baik kita di masa lalu cenderung membuat kita untuk percaya bahwa hal sama juga akan kita lakukan untuk hal baru ini dan kita “mendekati tugas yang sulit sebagai tantangan yang harus dikuasai dan bukan sebagai ancaman yang harus dihindari”.

Ketakutan juga sering memberi petunjuk kepada kita, bahka lebih sering untuk tidak melakukan hal tersebut ketimbang melakukannya. Ketika hal seperti itu terjadi mungkin hal sederhana yang bisa kita tanyakan adalah hal paling terburuk apa yang bisa terjadi? Sehingga kita punya beberapa pertimbangan dalam melakukan hal tersebut, takut tak selamanya menjadi buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *