Game Console Ambisi Bisnis Menghadirkan Hiburan Di Tiap Rumah

Datang dengan game Pong dan Pac Man yang populer, game console adalah bentuk dari kebutuhan hiburan yang terus menghadirkan inovasi dan persaingan untuk membuktikan siapa raja penguasa hiburan.

Sejak pertama kali diperkenalkan, game console sudah mencuri perhatian dan menjadi barang yang wajib ada di setiap rumah, menjadi barang yang paling diinginkan anak sebagai kado mereka. Tak hanya itu saja, game console seperti ladang basah untuk perusahaan-perusahaan teknologi, mereka juga berusaha merajai pasaran game console dengan menawarkan berbagai keunggulan yang coba mereka kembangkan. Setidaknya, kita mengenal dua perusahaan besar yang menguasai pasaran game console, Sony PlayStation dan Microsoft dengan Xboxnya. Seperti yang kita ketauhi, evolusi game console memang menarik.

Game Console dalam Digit

40 juta unit, Sega Genesis terjual di seluruh dunia pada awal kemunculannya.

155 juta unit, PlayStation 2 terjual di seluruh dunia dan menjadikannya game console terlaris.

$ 150, Game console yang dijual rapper Souljah di situs SouljaWatch dengan 800 permainan di dalamnya.

$ 99,99 Harga yang dibandrol untuk PlayStation seri klasik kembali dirilis Sony.

Sejarah Game Console

Hingga saat ini perkembangan game console, telah ada setidaknya 70 jenis yng berbeda-beda. Padahal awalnya game console hanyalah game prototipe yang dirancang oleh Ralph H. Baer yang diberi julukan “The Father of Video Games” ia mengembangkan Brown Box sedemikian rupa hingga bisa disambungkan dengan televisi pada tahun 1967,  lalu demostrasi dari Brown Box membuat Magnavox tertarik dan melisensi pada tahun 1972 dan jadilah game console rumahan pertama yang dijual secara masal. Game console pertama masih belum dapat menampilkan suara, dengan grafis yang mungkin sekarang kita rasa primitif.

Pada perkembangannya Nintendo muncul lalu menjadi pemain utama dalam industri game console. Perusahaan asal Jepang tersebut menguasai dengan mengadopsi gaya Atari sebagai pendahulunya. Di masa kejayaannya, muncul lah Sega, sebagai pesaing kuat Nintendo sesama perusahaan yang bermarkas di Jepang ini terlibat persaingan sengit dalam dunia game console. Nintendo dan Sega menjadi pemain lama di dunia game console sebelum akhirnya Sony datang dengan sebuah gebrakan luar biasa.

Sebetulnya Sony pada mulanya berniat untuk bekerjasama dengan Nintendo namun Nintendo membatalkan itu, Sony pun masuk ke pasar game console sebagai pemain tunggal dengan PlayStation 1 di akhir 1990-an. Sony menawarkan apa yang tak ditawarkan oleh Nintendo pada saat itu, Sebuah game dengan grafis yang lebih mutakhir dan CD Rom yang memungkinkan pemiliknya untuk memainkan game lebih banyak.

Melihat pasaran yang sukses, beberapa tahun setelahnya Sony kembali mengeluarkan seri teranyar dari PlayStation, seri kedua dari PlayStation adalah seri yang paling laris dan paling lama diproduksi yaitu 13 tahun. Kesuksesan Sony menguasai pasaran game membuat Microsoft juga tertarik, dengan mengeluarkan game console Xbox, sayangnya walau berhasil mencuri peminat gaming namun Xbox belum bisa menandingin kesuksesan dari PlayStation bahkan seri Xbox 360 banyak mendapat keluhan karena kerusakan yang dibawanya sehingga Microsoft pun memberikan garansi resmi selama 3 tahun untuk mereka yang mengalami masalah.

Hingga saat ini, pasar game console pun dikuasai oleh Sony dan Microsoft yang bersaing ketat. Sementara pemain lama seperti Nintendo dan Sega seperti sudah kalah pamor.

Timeline Game Console

28 Januari 1967, Prototipe game console pertama dibuat oleh Ralph Henry Baer dengan nama “Brown Box”.

30 Januari 1972, Atari lahir, dibentuk oleh Nolan Bushnell seorang sarjana teknik dari University of Utah.

16 Agustus 1972, Magnavox Odyssey dikembangkan dan menjadi game console komersial pertama, menampilkan 6 game dengan grafis standar dan kurangnya kemampuan audio.

5 Januari 1975, Atari merilis game console interaktif pertama, Pong!. Ini menjadi permainan pertama yang menggunakan papan skor di layar dan suara bola ketika bola terpukul.

11 Januari 1978, Nintendo merilis seri pertama game console berwarna di Jepang.

2 Mei 1980, Pac Man rilis di Jepang, ini menjadi game klasik yang sangat signifikan dan masih populer hingga saat ini.

22 Febuari 1983, Nintendo merilis  Famicom (Family Computer) game console ini sukses besar hingga awal tahun 1990-an.

25 Juli 1988, Sega untuk pertama kalinya merilis Sega Genesis dengan prosesor 16-bit dan sejumlah keunggulan teknologi lainnya.  “Genesis does what Nintendon’t” digunakan sebagai tagline untuk menyaingin Nintendo.

31 Januari 1994, Setelah gagal bermitra dengan Nintendo, Sony memasuki pasar game sendiri dengan meluncurkan PlayStation generasi 1 dengan grafis 3D dan CD Rom yang memungkinkan game hadir dengan beragam dan kompleks.

11 Januari 2000, PlayStation 2 rilis dengan game yang paling terkenalnya GTA (Grand Theft Auto).

28 Januari 2001, Microsoft merilis Xbox yang menjadikannya saingan Sony PlayStation.

8 Nopember 2005, Microsoft merilis Xbox 360 yang merupakan game pad nirkabel pertama, console ini menampilkan kontroler kamera yang dikenal dengan Kinect.

11 Nopember 2006, Sony merilis seri ketiga dari PlayStation, untuk bersaing dengan Xbox 360 Sony menciptakan pengendali gerak sendiri di PlayStation 3.

19 Nopember 2006, Nintendo mengeluarkan Nintendo Wii yang mempunyai keunikan pada kontroler dan harga yang kompetitif. Nintendo Wii memungkinkan kamu untuk bermain menggunakan gerakan tangan ketimbang tombol tradisional.

22 Nopember 2013, Xbox One dirilis Microsoft dengan permainan yang paling digemari Batman: Arkham Knight.

10 Nopember 2016, PlayStation 4 pro rilis dan mencapai kesuksesan yang tak bisa dikejar oleh Xbox.

Fakta Game Console

PlayStation Bukan Murni Ide Sony

PlayStation bukan lah gagasan tunggal dari Sony. Awalnya Sony bermitra dengan Nintendo, pelopor game console terkemuka. Konsol bernama play station (awalnya ada spasi) akan menjadi CD add-on ke Super Nintendo. Seluruh konsep lalu diguncang ketika Nintendo malah mempersiapkan kerjasamanya dengan Philips, ini membuat Sony mempertanyakan keseriusan Nintendo.

Setelah merasa dikhianati oleh Nintendo, Sony mengalami perdebatan internal, apakah perusahaan ini akan memasuki pasar game console sendiri, lalu Sony akhirnya melanjutkan untuk membuat PlayStation dan mengamankan posisi teratas dalam perang game console. PlayStation, sepanjang hidupnya, memiliki banyak nama; PS-X, PS 1, PlayStation, PSone. Sungguh ini menjadi keputusan yang paling merugikan bagi Nintendo.

PlayStation, Di Olok Malah Menohok

PlayStation1 sampa dengan 4 sampai saat ini telah terjual lebih dari 500 juta unit. PlayStation menjadi mega bintang bagi Sony diantara produk elektroniknya yang lain.

Jika menengok ke belakang, dua puluh empat tahun lalu awalnya ide PlayStation diajukan oleh seorang manajer muda bernama Ken Kutaragi. Tidak seperti game console pada saat itu, PlayStation langsung menjadi sebuah karya grafis 3D. Dan tidak seperti kebanyakan insinyur kebanyakan, Kutaragi telah mengamati hampir semua aspek dari manajerial dan bisnis yang berhubungan dengan PlayStation. Hal ini justru ditertawakan dan ditolak oleh hampir semua manajer tua di Sony.

Apa yang dialami oleh Sony saat itu sering dikenal dengan “innovator’s dilemma” yang dalam artian, untuk apa kita menghabiskan banyak uang dan tenaga untuk membuat produk baru yang pangsa pasarnya belum jelas, beresiko besar, padahal kita sudah cukup berkuasa dengan produk yang kita punya saat ini.

Saat itu Sony adalah penguasa untuk produk elektronik televisi dan audio.

Ken Kutaragi

Ken Kutaragi pun mendapat julukan “Ken Gila” dari para koleganya. Ia terkenal sebagai orang keras kepala dan juga paling berani menyampaikan ide-idenya, dalam sebuah rapat para dewan direksi jika dia tidak dapat mengekspresikan pendapatannya dalam bahasa Inggris. Dia akan meminta bantuan kepada koleganya Terry Tokunaka yang seharusnya menjadi atasannya.

Ambisinya sangat tinggi untuk mejadikan PlayStation kenyataan, awalnya itu menjadi hal yang sulit bagi ia dan timnya. Timnya selalu mendapat omelan, “Jadikan ini kenyataan!” Hal semacam itu lah yang menjadi bahan percakapan sehari-hari, tetapi semua orang dalam timnya sudah terbiasa dengan perlakuan keras Ken.

Dengan pendekatan ala Jepangnya “nemawashi”, Ken mencoba melakukan pendekatan-pendekatan kepada orang-orang penting di Sony, mengumpulkan dukungan secara informal, meminta mereka untuk menyetujui atas inovasi besar yang ia ajukan sebelum langkah-langkah formal dijalankan.

Hasilnya PlayStation pun diluncurkan, yang dengan sekejab menndapatkan kesuksesan instannya- dan seperti apa yang sudah Ken bayangkan bahwa orang-orang akan membeli dan mengicarnya, mendatangi toko-toko game terdekat untuk membeli game seperti Ridge Racer, Battle Arena Toshiden.

Kemudian Ken mengulangi kesuksesannya, dengan lusinan insiatif lainnya, termasuk PlayStation2 yang menjadi game console terlaris sepanjang masa, menjadikan PlayStation bisnis Sony berharga miliaran dolar. Mengikuti kesuksesannya dengan PlayStation, Kutaragi kemudian mengambil alih Sony Computer Entertaiment (SCE). Yang dalam perjalanan selanjutnya menjadi CEO Sony.

Keberuntungannya namun harus selesai dengan PlayStation3 yang punya beberapa masalah dan kemudian dia mengucapkan selamat tinggal. Tetapi dalam dekade yang ia masuki, itu menjadi kesuksesan yang tak mudah dicapai banyak orang, sedikit orang yang bisa cocok dengan dunia game console.

Pada tahun 2014 Kutaragi pun mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Award pada acara Game Developers Conference atas warisan berharganya bagi dunia game console, penghargaan ini diberikan langsung oleh Mark Cerny, arsitek utama PlayStation4.

Tanpa kegigihan Kutaragi dalam mewujudkan PlayStation ditengah olok-olokan koleganya, tak akan kita kenal PlayStation dalam kamus hiburan kita. Tak akan PlayStation menjadi rumah yang mewakili pengalaman gaming terbesar dan terbaik sepanjang massa. Keberhasilannya juga menjadikan ini sebagai bentuk keterampilan, wawasan, kerja keras dari tim yang digawangi oleh Kutaragi Ken si ayah dari PlayStation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *