Happiness Means Loving Yourself- Lucille Ball

Love yourself first and everything else falls into line. You really have to love yourself to get anything done in this world- Lucille Ball, Komedian

Lucille Ball dan Kehidupannya

Lucille Ball

Seorang artis komedian Amerika yang paling disayangi, dikenal karena acara televisi ikonik “I Love Lucy”.

Ia lahir pada 6 Agustus 1911, di Jamestown, New York dengan nama lengkap Lucille Désirée Ball, ia menghabiskan masa kecilnya dengan pindah ke beberapa kota karena pekerjaan sang ayah, namun ketika ia berusia 3 tahun ia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya meninggal, kematian ayahnya menjadi rintangan masa kanak-kanaknya yang sulit dan juga mejadi memori yang nyata bagi kehidupan Ball.

Ia sempat berpisah dengan ibunya sebelum akhirnya kembali bersatu saat ia berumur 11 tahun. Saat umur 15 tahun, Ball meminta izin ke ibunya untuk mengikuti sebuah sekolah drama di New York  namun ia tak berhasil dengan sekolah dramanya.

Memutuskan untuk tetap berada di New York, kemudian pada 1927 ia mendapatkan pekerjaan sebagai model untuk perancang busana Hattie Carnegie. Lalu tiga tahun berselang, ia memutuskan pidah ke Hollywood untuk mencari lebih banyak kesempatan akting. Dia mendapat peran tambahan dalam film Ritz Brothers The Three Musketeers, dan kemudian pada tahun 1937 memperoleh bagian yang cukup besar di Stage Door, dibintangi Katharine Hepburn dan Ginger Rogers.

Dia mendapatkan pemeran utama dalam film The Big Street (1942), Du Barry Was a Lady (1943), Without Love (1945) semua itu adalah film komedia yang menembus daftar box office.

Pada tahun 1950 ia dan suaminya membentuk Desilu Productions yang pada 1951 meluncurkan sebuah serial televisi komedi yang ia bintangi sendiri berjudul “I Love Lucy”.  Karakternya sebagai Lucy, seorang ibu rumah tangga sangat menyita perhatian publik saat itu.

Lucille Ball, Cinta dan Cita Untuk Kampung Halamannya

Lucille lewat sitkom ‘I Love Lucy’ berhasil mencapai puncak pada karirnya sebagai bintang utama dan komedian. Berperan sebagai ibu rumah tangga dengan impian besarnya menjadi seorang bintang, menurut sebuah obituarinya di The New York Times mengatakan “ratu komedi di era keemasan televisi, pantomim yang cekatan, dan bakat yang menawan untuk membuatnya sulit dipercaya.”

Dengan suaminya sebagai lawan main, Lucille dan rambut merahnya yang khas mendominasi layar kaca selama beberapa dekade.

Ia punya mimpi besar untuk kota kelahirannya, Jamestown. Ia berharap di kota kelahirannya ada sebuah tempat di mana komedi masa depan dikembangkan, tempat di mana komedi dan suara-suara komedi hebat sepanjang sejarah dapat dipamerkan. Dia tak butuh sebuah patung atau jembatan, ia ingin sesuatu yang hidup dan aktif.

Impiannya pun kemudian menjadi kenyataan dengan dibukanya sebuah museum National Comedy Center, lembaga non profit pertama yang didedikasikan untuk seni komedi. Museum ini menampilkan seni komedi luar biasa dari Charlie Chaplin hingga Dave Chappelle.

Pameran dibuat sangat interaktif dan menyenangkan. Terdapat berbagai barang milik para komedian yang tak terhitung jumlahnya. National Comedy Center menjadi sangat spesial terkhusus bagi seni komedi, membuatnya tampil dengan cara lain yang tak pernah seni lain tampilkan, menggambarkan bagaimana kehidupan orang-orang dapat diubah dengan komedi.

Happiness Means Loving Yourself

Apakah kamu benar-benar mencintai dirimu sendiri?

Mencintai diri sendiri bukanlah tentang sesuatu menjadi egois, tidak perhatian pada yang lain, atau hanya berfokus pada ego semata. Tidak, tidak demikian. Ketika kamu mencintai dirimu sendiri, sesungguhnya kamu sedang memupuk aspek-aspek terbaik dari dirimu. Kamu juga sedang membangun komitmen untuk mengatasi kebiasaan dan kecenderungan yang dirasa merugikan bagi orang lain atau diri kamu sendiri.

Kamu, dirimu sendiri, layak mendapatkan cinta kasih dari dirimu sendiri.

Ketika kamu mencintai dirimu sendiri, kamu secara langsung mengakui nilai-nilai, dan kemudian bertindak dengan cara yang menunjukan siapa kamu dan apa yang sedang kamu perjuangkan.

Teori mencintai diri sendiri tak bisa disamakan dengan sebuah keegoisan. Keegoisan tidak berarti kamu mencintai diri sendiri. Mereka yang egois adalah mereka yang memakai penutup mata, mereka kebal terhadap apapun dan siapapun di sekitar mereka. Di dalam pikiran orang yang egois, dunia hanya berputar mengelilingi satu orang yaitu dirinya sendiri.

Dari sini kamu akan mengetahui ada praktek yang berbeda dari egois dan mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri artinya kamu menjadi sahabat terbaik bagi dirimu sendiri dan sahabat selalu membantu, membimbing, dan bersikap baik. Pada kenyataanya “berada di sana” untuk diri sendiri adalah hal yang sehat.

Kenapa bisa kita merasa bahwa memprioritaskan diri sendiri dan mengejar impian kita menjadi suatu hal yang salah? Jelas itu adalah suatu hal yang bijaksana; mengapa tidak memperdulikan emosi dan mentalmu dengan cara mencintai diri sendiri untuk menjadikan itu tolak ukur dalam mengambil keputusan.

Terlalu banyak sudah kita jumpai orang yang sukses namun ia begitu egois. Ini jauh dari apa yang dianggap benar tentang mencintai diri sendiri.

Salah satu wanita sukses dalam bidang komedi, Lucille Ball mengamalkan itu dan ia percaya dengan mencintai diri sendiri terlebih dahulu kamu akan bisa melakukan banyak hal di dunia ini. Lucille melakukan apa yang ia sukai, tetapi juga membagikan hal positif bagi banyak orang. Ia tak melupakan keluarga dan temannya, dan menjadi dermawan bagi banyak orang.

Orang sukses ialah mereka yang mampu mengejar impiannya namun masih menyadari orang di sekitarnya. Buat kebutuhan dan keinginan kamu nomor satu. Ini bukan tentang mengabaikan orang di sekitar kamu; ini bukan tentang menjadi egois menuju titik narsisme. Menjadikan diri kamu prioritas itu adalah caramu memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang di sekitarmu, kamu harus menjadi yang terbaik.

Ketika kamu mulai menempatkan kebutuhan dan keinginan kamu terlebih dahulu, kamu dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia sehat dan menyenangkan. Jika kamu belajar untuk menempatkan dirimu terlebih dahulu, kamu juga akan merasa stress yang berkurang, dan harga diri, kepercayaan kamu bakal meningkat.

Lagi pula, jika kamu tidak mencintai dirimu sendiri, bagaimana bisa kamu mengharapkan dicintai oleh orang lain?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *