Inilah Awal dari Lahirnya DJ yang Perlu Kamu Tahu

Dulu ada sebuah pameo yang berbunyi ‘Cinta Ditolak, Disko Bertindak’. DJ siap memainkan musik dibalik turntable sembari kamu berjoged ria.

Dunia musik semakin berkembang, hal itu pun menyentuh dance music yang juga mengalami perkembangan dari segi subgenre yang semakin beragam dan perkembangan teknologi yang mengikutinya. Dance Music terutama Electronic Dance Music (EDM) semakin punya peminat yang luas dari pelbagai kalangan yang bahkan rela merogoh kocek tak sedikit untuk mendengarkan musik yang dimainkan oleh seorang Disc Jockey atau yang lebih akrab disebut DJ. Tak lagi sekadar musik pengiring berdisko seperti generasi dahulu mengenalnya, dikala turntable menjadi senjata andalan. Tapi itu dahulu, dance music sekarang teknologi digital memperkenalkan hal baru bagi dunia DJ dan. Namun apakah para pendengarnya tahu awal di mana musik ini berkembang?

DJ dalam Digit

$ 48,5 juta adalah pendapatan DJ asal Skotlandia, Calvin Harris pada 2017 yang menjadikannya sebagai DJ terkaya.

1,3 miliar kali sejak di uplod adalah jumlah penonton video “This Is What You Came For” duet Calvin Harris dan Rihanna.

1 di dunia adalah peringkat DJ Martin Garix mengalahkan Calvin Harris. Peringkat ini diberikan berdasarkan sebuah polling yang di lakukan oleh sebuah majalah dance music DJ Magz.

10 piala adalah jumlah penghargaan yang didapat oleh mendiang DJ Avicii selama 7 tahun kariernya.

12.000 keping adalah jumlah album DJ Riri Mestica yang terjual pada 2004 menjadikannya DJ berpengaruh di Indonesia dan mendapat peringkat no 1 pada ajang Top Ten DJ Paranoia 2007.

Sejarah DJ

Disc Jockey atau DJ adalah sebutan yang pertama kali dicetuskan oleh seorang peyiar radio Amerika untuk menyebut seseorang yang mengoperasikan piringan hitam, istilah ini lahir pada 1935. Lalu DJ mempunyai ide gila dengan memainkan dua turntable secara bersamaan untuk menciptakan sebuah ilusi musik non-stop. Ide dari musik ini adalah menyediakan musik-musik bagus yang membuat orang-orang tak berhenti menari. Akrabnya istilah DJ ini melahirkan aliran musik baru seperti Regge dan Hip-Hop kala itu.

Timeline DJ

1935: Istilah Disc Jockey diperkenalkan pertama kali oleh seorang penyiar radio Amerika, Walter Winchill dalam acara “Make Believe Ballroom”, yang menggunakannya untuk menyebut seseorang yang mengoperasikan mesin yang memainkan piringan hitam.

1943: DJ kian populer dan tak hanya mengisi acara di stasiun radio saja namun melakukan pertunjukan langsung. Kredit ini diberikan kepada Jimmy Savile yang kala itu memainakn musik Jazz pada sebuah pesta dansa.

1947: Seiring dengan banyaknya diskotik yang dibuka di kawasan Eropa seperti Paris, DJ pun semakin dikenal luas di Eropa.

1950: Dunia DJ berkembang pesat di Jamaika dan menjadi budaya di sana. Banyak pesata besar diadakan dengan musik yang diiringi DJ. Dari sini juga lahirlah genre regge yang menjadi genre asli dari DJ lokal Jamaika.

1971: Seorang insinyur audio, Alex Rosner membuat mixer DJ pertama untuk Haven Club namun tak dipasarkan ecara luas. Mixer yang dibuat Rosner ini memungkinkan DJ memainkan dua audio dengan mulus.

Alex Rosner, dengan mix DJnya

1980-an: Acara mix DJ berkembang di stasiun televisi dan radio Amerika. Hal ini terjadi juga berkat semakin berkembangnya.

1990-an: Musik digital berkembang. CD pun berkembang yang pada gilirannya lahirlah format MP3 sebagai format standar musik digital kala itu.

1998: Sebuah perangkat  bernama “Final Scratch” diperkenalkan perusahaan asal Belanda N2IT. Pernagkat ini memungkinkan DJ mendapatkan sensasi kontrol pada sepasang turntable kovensional, selain itu juga adanya fitur audio loop yang sebulumnya tak bisa dilakukan. Ini menjadi awal dari era digital DJ yang berkembang sekarang.

1999: Festival Ultra Music diselenggarakan pertama kali dengan mengusung DJ dari genre EDM.

2008: Djakarta Warehouse Project (DWP) pertama kali diadakan di Indonesia yang selanjutnya menjadi festival rutin setiap tahunnya.

Bahasa Tangan Para DJ

Pernahkah kamu memperhatikan ketika seorang DJ memainkan musik, sering kali mereka mengangkat tangan mereka. Ternyata gestur mereka yang seperti itu mempunyai arti tersendiri yang menjadi cara mereka berkomunikasi dengan penontonnya.

Seperti angkatan tangan ke atas, mempunyai arti musik akan di mainkan  lebih keras dan baik lagi, atau jika seorang DJ menempatkan ke dua tangannya ke depan, artinya mereka ingin kalian untuk menambah antusias dengan musik yang mereka mainkan.

Jadi, sekarang kamu tahukan kalau seorang DJ mengangkat tangannya apa yang mesti kamu lakukan.

DJ Tidak Sama dengan Produser

Beberapa orang masih terasa asing dengan perbedaan antara DJ dengan produser. Ada perbedaan yang cukup jelas antar dua pekerjaan ini walau sama-sama bergelut dengan musik. Bagi sebagian orang yang sudah mengenal dunia dance music bisa membedakan tapi bagi mereka yang baru menyukainya, dua pekerjaan itu bisa terlalu abu-abu. Seorang DJ belum tentu seorang produser walaupun dia memainkan musiknya sendiri. Perbedaan utamanya adalah seorang produser menciptakan musik di sebuah studio dan seorang DJ mengambil musik yang sudah dibuat dan mencampurnya bersama. Mari kita lihat perbedannya lebih dalam:

DJ: Seseorang yang menciptakan musik saat itu juga

Seorang DJ memainkan dan mencampurkan musik bersamaan dengan lagu-lagu yang telah mereka pilih. DJ dapat menggunakan efek, looping, dan teknik lain yang dapat merubah suara atau struktur trek. DJ membutuhkan persiapan dan mempunyai selera bagus tentu saja. Pemilihan lagu yang tepat, dan mengetahui trek lagu yang dimainkan agar tak mengacau menjadi skill terpenting dalam menjadi DJ.

Produser: Seseorang visioner dan eksekutor menciptakan musik dan album

Produser memproduksi karya asli mereka sendiri dalam studio menggunakan DAW (Digital Audio Workstation). Mereka akan bekerja hingga berhari-hari merampungkan semuanya hingga menghasilkan sebuah album yang terdiri dari beberapa trek. Setelah trek selesai, produser mengirimkannya ke label untuk dijual secara komersial.

Tak setiap DJ bisa jadi Produser dan tak setiap produser pun bisa menjadi DJ. Walaupun sekarang terhitung banyak nama-nama DJ atau produser yang bisa merambah ke duanya. Tak ada yang lebih hebat siapa dari siapa ini hanya menyangkut kepada kemampuan dalam bermusik.

 

Hentakan musik penuh energi dan lampu gemerlap warna warni menjadi ciri khas yang dibawa dance music dengan DJ sebagai pengiringnya.  Menawarkan pengalaman yang berbeda, dinikmati dengan cara yang berbeda mampu, mendobrak semua kalangan dari masa ke masa terhadap kehadiran DJ dan musiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *