Jurus Agar Tak Kerja Keras Bagai Kuda Menghadapi Revisi Klien

Sebagai seorang  freelancer kita akan menghadapi saat-saat mendebarkan ketika berhadapan dengan klien, seperti saat mengirim rancangan kita melalui email dan harus siap dengan tanggapan mereka. Sekalipun yang diberikan oleh klien adalah revisi minor, bagi kita seorang freelance, hal itu menjadi “PR” baru lagi untuk dapat menyelesaikannya. Berikut kami berikan jurus agar tak terjebak dalam revisi klien yang mengharuskan kamu kerja keras bagai kuda.

Satukan pemahaman dengan klien

Saat kita menerima sebuah proyek baru, sangat dianjurkan untuk mengadakan diskusi baik langsung atau via chat yang tujuannya untuk menyatukan pemahaman bersama antara kamu dan klien. Setelah menyatukan pemahaman dengan klien, rumuskan juga kontrak secara rinci yang membahas tentang sejauh apa aturan kerja sama dengan klien dalam proyek tersebut.

Sebagai freelance yang bekerja dengan banyak orang, tidak menutup kemungkinan kamu mendapatkan projek dari klien yang baru pertama kali menggunakan jasa seorang freelancer, melakukan diskusi dan membuat kontrak yang rinci akan memberikan kamu keungtungan untuk memberikan gambaran sebesar apa kesulitan dari projek yang akan kamu kerjakan dan memahami apa yang klien inginkan. Jangan segan juga menambahkan klausa penambahan biaya dalam kontrakmu apabila klien meminta tambahan revisi diluar kesepakatan.

Kelola permintaan

Jangan segan untuk memberi argumentasi ketika klien terus menerus meminta untuk revisi. Beritahu mereka jika permintaan mereka akan memberikan hasil yang kurang bagus. Namun jangan juga menjadi keras kepala dengan tidak mau mendengarkan masukan klien untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda dan mendapatkan ide yang segar. Mendengarkan klien adalah cara kita untuk tetap netral terhadap ketertarikan terhadap karya yang kita buat, hal tersebut juga dapat menyenangkan hati klien dan mengingatkan kita tentang ketentuan ketentuan yang telah kita sepakati bersama klien.

Perjelas yang diinginkan klien

Melakukan beberapa kali pertemuan dengan klien dapat membantumu untuk memperjelas apa yang diinginkan klien. Jika ternyata ketika dalam proses pengerjaan klien meminta perubahan yang tidak sesuai dengan tujuan awal, jangan ragu untuk katakan.  Hal tersebut juga bisa disiasati dengan sesering mungkin melakukan kontak dengan klien.

Sering melakukan kontak dengan klien juga dapat menghindarimu untuk melakukan kesalahan kesalahan baru dan klien pun menyadari apakah itu sesuai dengan keinginannya atau bukan. Dengan komunikasi dua arah seperti itu tentu akan lebih menghemat waktu kita dalam mengerjakan proyek dan menyenangkan kedua belah pihak karena membangun pengertian satu sama lain. 

Pantau informasi revisi

Saat mengirim revisi kepada klien, pastikan memberikan tanda dimana revisi dilakukan. Bisa dengan memberikan subjek revisi ke satu, dua, tiga, dan seterusnya. Ini juga dapat menandakan bahwa perubahan telah dilakukan beberapa kali dan dapat mendorong mereka untuk mengambil keputusan dari banyaknya pilihan yang mereka punya.

Jika kamu tak memberikan tanda sejauh mana revisi yang telah dilakukan, klien tidak akan dapat menyadari sejauh apa perkembangan dan perubahan yang telah kamu lakukan untuk projek mereka dan mereka tak menyadari bahwa kamu telah memberikan kemampuan terbaikmu dalam setiap perubahan yang dilakukan.

 

Revisi bisa menjadi ‘hantu jahat’ yang menghantui pekerja kreatif tak terkecuali freelancer. Melakukan beberapa jurus di atas semoga dapat membuat kamu terhindar dari revisi berkepanjangan dan mengharuskanmu kerja keras bagai kuda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *