Kesalahan yang Perlu Direnungkan Creative Freelancer

Menjadi freelancer memang mesti siap mental untuk bisa hidup dalam ketidakpastian. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan, dan ini membuat freelancer sering kali berada dalam situasi serba salah. Dan lima hal ini adalah situasi yang paling sering membawa freelancer merasa terjebak.

Jump without calculating risk

You can take high risk, but don’t without calculation. Menjadi seorang freelancer memang penuh ‘kejutan’. Kondisi finansial yang naik turun, dan kekuatan mental menghadapi tantangan menjadi freelancer perlu dipertimbangkan. Seperti kata Moselo Expert — Fellexandro Ruby dalam event Freelancing Inside Out, “Sebelum mengambil langkah, saya selalu mempersiapkan safety net nya terlebih dahulu.” Ia menyarankan untuk mengenali diri sendiri terlebih dahulu, seberapa jauh kita bisa menoleransi ketidakpastian dalam dunia freelancing. Berikutnya, adalah mempersiapkan kondisi finansial, sebelum terjun penuh waktu sebagai freelancer.

I will do it for free

Ada saat kita mau mengerjakan proyek secara gratis. Alasan paling memungkinkan, karena kita butuh portofolio. Sekali, dua kali, mungkin masih bisa ditoleransi. Apalagi, proyek tersebut sangat menarik untuk dikerjakan. Namun, jika berlanjut karena ‘rasa tidak enak’, maka ini harus segera dihentikan. Pertimbangan yang harus dipikirkan saat mengerjakan proyek gratis, misalnya untuk orang-orang terdekat seperti keluarga, adalah: Waktu yang diperlukan, cost pro untuk mengerjakan proyek, dan benefit lainnya yang bukan material.

Never say no

Benar jika freelancer memang butuh ‘proyekan’. Tapi setiap proyek yang diambil, pasti punya pertimbangannya sendiri-sendiri. Bahkan, untuk proyek dengan nilai besar saja, tidak menjadi satu-satunya acuan untuk menerima order. Bisa saja, order tersebut justru lebih menguras mental, atau berskala terlalu besar yang sebenarnya belum bisa disanggupi secara resources. Belajarlah untuk berkata tidak.

Overpromise

Never say no also lead to overpromise. Contohnya, dari hal kecil saja, seperti deadline. Pertimbangkan timeline yang tepat untuk deliver hasil karya ke klien. Beri sedikit kelonggaran, untuk berjaga-jaga jika ada keperluan mendadak. Saat klien menginginkan timeline yang lebih padat, pertimbangkan cost yang diperlukan. Hal ini juga berlaku kalau ada klien yang menginginkan additional treatment untuk proyeknya, jika memang belum sanggup mengerjakannya. Jangan gegabah dalam menjanjikan sesuatu ke klien.

Feels like never enough hours

Rasanya, tidak pernah cukup waktu dalam sehari untuk mengerjakan proyek dari klien, bahkan saat sudah mengorbankan sebagian besar waktu untuk beristirahat. Please, don’t be available 24 hours for whole week. Merasa membutuhkan proyek untuk mendapat pemasukan yang lebih besar lagi, sah-sah saja. Tapi, pertimbangkan kapasitas, dan cari alternatif lain untuk mendapat pemasukan lebih besar tanpa harus sedia setiap saat.

Menjadi freelancer memang perlu kehati-hatian dan banyak pertimbangan. Tapi, bukan berarti kamu tidak bisa melewati tantangannya. Simak ulasan tentang freelancer untuk bisa hidup dari passion nya di #MakeItWorth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *