Kopi yang Tak Lagi Sekadar Kopi

Meminum kopi hari ini bukan lagi sebuah kegiatan untuk sekadar menghilangkan kantuk atau untuk orang tua. Lebih dari itu, sekarang meminum kopi sudah menjadi gaya hidup yang tak lagi mengenal angkatan zaman.

Dahulu kala, kopi sangat identik dengan kegiatan kaum tua di pagi hari. Rasanya yang pahit, wanginya yang pekat membuat kopi jarang disukai oleh kaum muda. Tapi itu dahulu, sekarang stigma kopi tersebut sudah dipatahkan dengan minum kopi yang sudah menjadi gaya hidup bukan lagi sekadar kegiatan untuk melepas kantuk. Dari sini pun kedai kopi semakin menjamur dengan cita rasa kaum muda yang menggabungkan seni dan biji kopi. Tiap kedai kopi mencoba membentuk identitasnya masing-masing yang berbeda dari yang lain untuk menarik para pecinta kopi.

Jumlah yang Semakin Meningkat

Kedai kopi di Indonesia terus menjamur jumlahnya, menurut data riset pasar Euromonitor yang disadur dari tirto.id, kehadiran kedai kopi terus bertambah sejak lima tahun belakangan ini. Kini jumlahnya ada sekitar 1.083 kedai. Sebagian besar ada di Jakarta. Dan tentu saja jumlah ini akan terus bertambah jika dilihat dari tren minum kopi orang Indonesia yang juga terus meningkat, didukung oleh data dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) pada 2014 kebutuhan konsumsi kopi 1,03 kilogram per kapita per tahun, kemudian naik menjadi 1,09 kilogram pada 2015. Di tahun ini angkanya diprediksi mencapai 1,15 kilogram per kapita.

Tempat dengan Desain Unik nan Instagramable

Kedai kopi yang hadir sekarang bukan hanya hadir dengan menjual kenyamanan saja. Mereka hadir dengan membawa sebuah konsep yang membedakan mereka dengan yang lain. Selain membentuk diferensiasi, mereka juga mencoba memuaskan keinginan pelanggannya dengan menghadirkan konsep yang ramah untuk postingan media sosial mereka atau yang dikenal dengan istilah Instagramable. Sekarang mengunjungi kedai kopi dan mempostingnya ke media sosial adalah kegiatan yang tak bisa dilepaskan. Tiap kedai kopi menawarkan sensasi berbeda ketika dikunjungi baik dari segi interior dan furniture yang unik.Tambahan mural-mural yang menghiasi dinding pun tak ikut ketinggalan menambah kesan kedai kopi mempunyai cita rasa seni tinggi. Membuat para pengunjung betah berlama-lama dan ingin datang lagi lagi dan lagi.

Tawaran Menu Beragam dan Unik

Sekarang menu yang ditawarkan oleh kedai kopi semakin beragam yang tak cuma menyajikan kopi saja. Menu pendamping kopi juga ditawarkan dengan beraneka ragam. Tapi tentu saja, menu kopi sebagai menu utama diberikan nama yang unik. Sebut saja kopi susu dari kedai kopi Di Bawah Tangga yang diberi nama kopi susu kampung, atau es kopi susu tetangga milik kedai kopi Tuku, lain lagi dengan kedai kopi Kenangan yang menyusun nama menunya dengan kata-kata galau khas perasaan anak zaman sekarang seperti kopi mantan menikah, sampai kopi lupakan dia. Duh..bikin sendu saja ya.

Nama Kedai yang Filosofis

Para kedai kopi pun tampaknya sadar bahwa nama memiliki arti yang dalam dan cara membentuk branding mereka kepada penikmat kopi. Deretan kedai kopi yang ada era sekarang hadir dengan nama yang unik dan mengandung filosofis tersendiri. Ada yang diberi nama dengan lokasi keberadaanya, ada yang diberi nama dengan ungkapan, ada juga yang menggunakan bahasa daerah yang semua itu mempunyai makna tersendiri. Sebut saja kedai kopi Janji Jiwa, Di Bawah Tangga, Ruang Seduh, Sagaleh, Tuku, Kulo, Kenangan, Kopi Kurang Lebih dan masih banyak lagi yang mungkin kamu salah satu penikmat dari kedai kopi tersebut.

Tampilan Kemasan

Keunikan para kedai kopi tak berhenti pada interior dan furniture saja. Mereka pun memperhatikan kemasan mereka. Seperti sadar bahwa mereka bukan hanya sekadar menyuguhkan kopi saja. Tiap kopi yang disuguhkan hadir dengan membawa seni tersendiri di tiap gelasnya. Entah diselipkan kata-kata puitis, gambar-gambar lucu ataupun diselipkan nama kita sehingga berkesan kopi tersebut hanya dibuat khusus untuk kita  yang menjadikan minum kopi semakin menyenangkan dan tak biasa.

 

Sekarang ini kopi mulai memasuki era third wave, di mana kopi dianggap sebagai minuman artisan layaknya wine dan orang-orang mulai peduli dengan kisah di baliknya. Menggabungkan seni dengan kopi membuat orang mulai berbondong-bondong mendatangi kedai kopi untuk menyeruput secangkir kopi dan tak lupa membagikan pengalamannya di akun media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *