#MakeItWorth by Knowing Your Worth: Cara Menentukan Tarif untuk Freelancer

Salah satu teman yang baru memulai karir menjadi fotografer freelance full time— setelah bekerja kantoran selama 2 tahun, menanyakan satu hal yang menjadi dilemanya di awal setelah mendapat klien.

“Bagaimana cara menentukan harga?”

Memang tidak harus seperti penjabaran di bawah ini, tapi bisa jadi awalan bagus untuk kamu yang masih bingung menentukan harga dan baru ingin memulai.

Tentukan biaya hidup

Menjadi freelancer berarti menggantungkan biaya hidup pada setiap proyek yang didapat. Untuk bisa ‘benar-benar hidup’ dari freelance, tentukan dulu biaya hidup kamu dalam sebulan. Mulai dari biaya tempat tinggal, transportasi, konsumsi, hingga komunikasi yang masuk dalam kategori biaya sehari-hari. Lalu, hitung berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk mengerjakan proyek tersebut.

Jangan lupa untuk menambahkan biaya untuk menyelesaikan proyek. Seperti Alat dan bahan yang diperlukan untuk karya, hingga transportasi untuk bolak-balik meeting dengan klien. Gabungan dari biaya di atas, bisa jadi batas bawah untuk nilai proyek kita.

Nilai kualitas diri dan karya

Setelah menentukan nilai pas dari proyek kita, kamu mulai memikirkan kemampuan yang kamu miliki, reputasi, pengalaman, berada di level mana dalam industri, hingga kompetisi. Pertanyaannya adalah apakah kamu memang ahli dan memiliki sertifikat khusus di bidang tersebut? Seberapa banyak pengalaman yang telah kamu miliki? Seberapa banyak pengalaman profesionalmu dan seperti apa tipe klien yang pernah kamu punya? Berapa investasi alat-alat yang kamu punya yang mempengaruhi kualitas karya? Mencari tahu harga sesama freelancer juga diperlukan untuk menakar berada di level mana karir kita sebagai freelancer.

Pertimbangkan risiko dan rencana investasi

Setiap proyek yang dikerjakan pasti punya risikonya sendiri-sendiri. Pertama, bisa jadi risiko mental. Seberapa sulit proyek tersebut hingga menguras tidak hanya waktu tapi juga pikiranmu untuk berkarya. Kedua, proyek yang dijalankan mungkin memiliki risiko pada kesehatan, keamanan, atau risiko rusaknya alat untuk menyelesaikan proyek, seperti laptop, atau mungkin kamera.

Lalu, jika namamu mulai menanjak, kamu mulai bisa memikirkan tambahan biaya untuk rencana investasi atau ekspansi bisnis.

Tantangannya adalah…

“Baru banget jadi freelancer dan persaingan tinggi, banyak yang minta harga murah, bahkan gratis.”

Kompetisi memang akan mengancam harga berkarya di industri semakin turun. Karena itu lah perlu dukungan lainnya seperti kualitas karya yang harus makin meningkat, diferensiasi dan keunikan jasa, hingga marketing.

Saat pertama kali berkarir, mengerjakan proyek gratis sah-sah saja untuk portofolio, tapi pertimbangkan usaha dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek tersebut, jangan memaksakan untuk mengerjakannya secara gratis. Dan lakukanlah hanya jika kamu benar-benar menyukai pekerjaan dan kliennya.

Diskon atau promo juga bisa jadi strategi bagus untuk menarik customer. Berikan promo pada hari-hari tertentu atau saat mengikuti bazaar dan event yang disimak massa.

Jangan takut untuk memulai yang tidak pasti dari freelancing. Namun bukan berarti tanpa perhitungan. Be dare to #MakeItWorth!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *