Masalah Sehari-hari Freelancer dan Solusinya

Banyak persoalan yang ditemui para freelancer, tentang uang, tantangan, hingga kepuasan. Namun, beberapa poin di bawah inilah yang menjadi masalah sehari-hari untuk freelancer, terutama bagi mereka yang baru memulai karirnya.

Memulai bekerja

Menjadi freelancer berarti kamulah bosnya dan kamulah yang membuat aturannya. Bangun tidur bebas kapan saja, dan tidak akan ada yang berkomentar. Waktu untuk mulai bergerak bekerja pun bisa diatur kapanpun. Terdengar fleksibel tapi justru hal ini yang menjadi masalah pertama, terutama bagi yang kurang memiliki disiplin diri.

Tips! Atur hari dan jam bekerja. Meski waktu kerja tidak harus Senin-Jumat, 9–5, pastikan kita sudah mulai bergerak untuk memikirkan proyek yang harus dikerjakan di waktu tersebut. Juga, buat workspace sendiri. Di rumah atau kamar sekalipun, atur meja khusus untuk bekerja. Bekerja di atas tempat tidur bukanlah keputusan bijak.

Bingung harus mulai bekerja dari mana

Manajemen berperan penting bagi freelancer. Tidak akan ada yang mengatur atau memberi instruksi apa yang harus dikerjakan. Apalagi jika kita mendapat beberapa proyek yang harus dikerjakan dalam waku bersamaan.

Tips! Buat to do list sebagai panduan bekerja. Jangan lupa memasukkan kegiatan yang berhubungan dengan melancarkan karirmu sebagai freelancer, seperti marketing, membuat portofolio, hingga membuat proyek pribadi. Lalu, atur prioritas agar kamu tahu mana yang harus dikerjakan duluan.

Tidak tahu kapan harus berhenti

Sebagian orang punya kebiasaan seperti ini: Susah memulai dan susah berhenti. Jadi, saat kita punya mood untuk bekerja, seringkali kita akan terus-terusan bekerja hingga kelelahan dan sulit memulai kembali. Memang tidak semua orang memiliki karakter seperti ini, but still, get a life, bro!

Tips! Meskipun kamu adalah freelancer yang mengerjakan hal yang kamu cintai, work is work. Jadi, jika proyek tersebut untuk klien, stick to your work hours. Dan sisihkan waktu khusus untukmu menikmati hidup.

Merasa kesepian

Ini bukan bercanda, tapi sebagian freelancer, terutama yang baru pindah dari kehidupan kantor akan mengalami rasa kesepian. Datang ke kantor berarti bertemu dengan orang-orang hampir setiap hari. Namun jadi freelancer, apalagi jika memiliki teman sepermainan dengan profesi kantoran, akan kesulitan dalam bersosialisasi, dan muncul rasa kesepian. Apalagi jika kita termasuk ‘workaholic’, yang bisa saja awalnya mengabaikan kesempatan untuk berkumpul dengan orang lain karena perbedaan jam kerja.

Tips! Menjadi freelancer seharusnya menjadi kesempatanmu untuk dapat menyisihkan waktu lebih untuk orang-orang baru di lingkungan baru. Ikutlah seminar atau workshop yang berhubungan dengan pekerjaanmu. Bisa juga, sekali-sekali bekerja di coworking space dan menemukan partner yang memungkinkan untuk berkolaborasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *