Mengulik Peran Publisis dalam Film yang Tak Banyak Diketahui

Pekerjaan di dunia perfilman bukan hanya milik sutadara, kameramen atau nama-nama yang mungkin sudah kita kenal saja. Ternyata ada profesi-profesi menarik yang belum terlalu familiar. Padahal pekerjaannya ternyata seru dan memiliki prospek karir yang menjanjikan.

Pernahkah kalian mendengar salah satu profesi publisis film? Mungkin terdengar asing di telingan. Terutama untuk di Indonesia, rumah produksi masih banyak yang menggabungkan pekerjaan publisis dengan marketing film. Padahal mereka adalah dua divisi yang berbeda.

Profesi ini tidak sama dengan marketing film. Jika marketing film bertugas untuk membuat strategi memasarkan film dan menjalankannya.  Lingkup kerja marketing jauh lebih luas namun belum ada yang paham strategi marketing apa yang efektif untuk perfilman di Indonesia. Sedangkan publisis, bekerja untuk menyebarkan informasi tentang sebuah film.

 Lalu kapankah publisis mulai bekerja dan seperti apa tugasnya?

Publisis mulai bekerja bahkan sejak film mulai diproduksi karena promosi film juga sudah harus dijalankan sejak awal. Mereka adalah orang yang mesti berpikir bagaimana cara mengemas arah komunikasi dari film. Mereka jadi garda terdepan dalam membuat pemberitaan. Para orang dibalik publisis bertugas membuat press kit yang biasanya berisi sinopsis, production notes, susunan pemain dan kru. Biasanya dibuat dalam bentuk cetak dan soft copy.

Memang terdengar sederhana membuat sinopsis. Namun percayalah, tak banyak orang yang mampu membuat sinopsis sebuah film dengan ringkas, informatif, dan menarik. Lihat saja sinopsis film Indonesia sejauh ini, masih jarang sinopsis yang mampu membuat kita tertarik dan juga membuat kita paham dengan informasi film kita butuhkan. Sehingga kita juga tak tertarik untuk menyaksikan film. Kemampuan menulis menjadi kemampuan yang paling utama yang harus dimiliki oleh seorang publisis.

Tak hanya itu saja, setelah sinopsis dibuat tugas besar lainnya dari seorang publisis adalah memastikan informasi tentang film tersebar sebanyak-banyaknya di media yang cocok dengan film. Publisis harus dapat melakukan pemetaan media dengan tepat, dan juga seperti apa pendekatan terhadap media tersebut dilakukan. Seorang publisis yang andal tak akan mengirim sembarang press kit.

Mengirim press kit adalah hal sederhana dari tugas publisis, ada hal lainnya yang dikerjakan oleh publisis. Bisa dengan melakukan konferensi pers, mengirim langsung ke media, atau cara lainnya yang bisa juga dengan cara personal. Untuk itu orang-orang publisis harus mempunyai jaringan yang kuat dengan media. Makanya pula, publisis juga mengurus media relations. 

Kemampuan apa yang mesti dimiliki publisis?

Mengetahui letak kekuatan film menjadi hal penting juga dalam pekerjaan publisis, publisis harus bisa menemukan sisi dari mana kekuatan film yang bisa dijual kepada masyarakat. Perlakuan tiap film itu berbeda-beda. Di sini publisis dan film maker harus duduk bersama dan mendiskusikan kekuatan dari film untuk memetakan kekuatan film, siapa target dari film, dan seperti apa mengomunikasikannya.

Publisis juga mempunyai tugas untuk mengatur wawancara para pemain dengan media. Mengatur waktu pemutaran film untuk pers, gala premier, dan screening khusus seperti road show ke beberapa daerah dan juga biasanya disertai dengan wawancara di beberapa media lokal.

 

 

 

Kemampuan yang juga diperlukan adalah kecakapan menjadi spin doctor, publisis harus mampu mengedalikan publik terkait arah pemberitaan. Terutama ketika ada berita yang tak mengenakan tentang film, sebisa mungkin publisis harus mampu meredam dan mengklarifikasi berita tersebut.

Keberhasilan dari seorang publisis bukan diukur dengan raihan jumlah penonton film namun dari seberapa besar eksposur yang didapatkan oleh film sesuai dengan harapan dan strategi. Ini yang membedakan marketing dengan publisis.

Jika sebuah film tak diiringi dengan strategi komunikasi yang baik, yang hanya dibombardir oleh iklan sana sini. Belum tentu informasi-informasi yang dapat meningkatkan minat menonton masyarakat tersampaikan dengan baik. Maka dari itu, peran publisis menjadi sesuatu yang vital juga dari bagian kesuksesan film.

 

Melihat perfilman di Indonesia yang sudah mulai berkembang terutama dari segi kualitas, dan juga makin sadarnya para rumah produksi tentang pentingnya peran publisis. Menjadikan publisis mempunyai prospek pekerjaan yang menjanjikan dalam dunia perfilman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *