Nasa dan Misi Menjinakkan Mars

26 November menjadi hari yang bersejarah bagi Nasa. MarsInSight berhasil mendarat di Mars, 140 juta mil jauhnya dari Bumi.

Satu lagi misi Nasa untuk menjinakan planet merah, julukan planet Mars berhasil. Sebelumnya MarsInSight telah lebih dulu mengorbit selama kurang lebih tujuh bulan.

Melalui situsnya Nasa menjelaskan bahwa misi eksplorasi Mars ini untuk mengumpulkan informasi ilmiah dan penemuna secara berkala melalui serangkaian pengorbitan robot, pendaratan, dan laboratium seluler yang terhubung dengan jaringan komunikasi antar Bumi dan Mars dengan bandwith yang tinggi.

Misi Bernilai Besar

Misi besar Nasa ini bernilai kurang lebih $ 813,8 juta yang diluncurkan pada 5 Mei tahun ini, akan menjelajahi Mars selama 2 tahun- 2 tahun waktu Bumi.

MarsInSight akan menelusuri daratan yang panasnya sekitar 16 kaki ke dasar Bumi. Menjadikannya yang terdalam dari yang pernah dilakukan sebelumnya. InSight memiliki tiga eksperimen sebelum harus pulang ke Bumi. Pertama, seismometer Franco yang akan diangkat kepermukaan untuk mendengarkan “Marsquakes” sehingga bisa mengungkapkan lapisan-lapisan bebatuan dan terbuat dari apa. Kedua, akan menggali hingga 5 m ke tanah untuk mendapatkan suhu Mars dan melihat aktvitas panas Mars. Ketiga, menggunakan transmisi radio untuk dapat mendeteksi dengan tepat seperti apa goyangan planet pada porosnya.

Ini menjadi pendaratan Nasa ke delapan yang berhasil mendarat di Mars. Nasa pertama kali mencoba menjelajahi Mars pada tahun 1976 dengan Viking 1 dan 2. Misi ini akan memberikan para peneliti prespektif baru tentang bagaimana planet berbatu dapat terbentuk dan berevolusi melalui waktu.

Nama MarsInSight sendiri merupakan akronim yag memberikan kita pengetahuan tentang apa yang akan dilakukannya terdiri dari “Interior exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport”. InSight sendiri memiliki berat 1.530 lbs termasuk bahan bakar dan  aeroshell yang dirancang untuk bertahan dari jatuhan atmosfer Mars.

Tiga hari menjelang peluncurannya, Nasa mengeluarkan siaran pers menggembar gemborkan kemampuan yang dimiliki oleh MarsInSight yaitu Kilowatt Reactor Using Stirling Technology atau yang disingkat KRUSTY.

Pendaratan, Momen Sakral Penuh Ketegangan

Seperti misi Mars yang sudah-sudah, misi pendaratan menjadi saat-saat yang penuh dengan ketegangan. Lokasi pendaratan sendiri menghadirkan tantangan tersendiri. Bagian paling menarik dari Mars adalah datarannya yang penuh kawah dan ngarai

Para ilmuan bersorak sorai, berpelukan, mengacungkan tinjunya ke udara sebagai ungkapan betapa bahagianya MarsInSight berhasil mendarat sempurna di Elysium Planitia, yang dijuluki tempat parkir besar Mars. “Itu sangat intens; Anda bisa merasakan emosinya.” kata Jim Bridenstine, administrator Nasa.

MarsInSight harus melewati teror menegangkan selama 7 menit, waktu yang dibutuhkan untuk probe memasuki atmosfer tipis Mars dengan kecepatan hipersonik untuk secara perlahan melambat dan melepas parasutnya untuk mendarat di permukaan tanah. Banyak yang mencoba namun gagal dalam hal ini, “Pergi ke Mars benar-benar sangat sulit.” kata Thomas Zurbuchen kepala sains Nasa.

InSight memiliki warisan di sisinya, menggunakan kombinasi yang sama percis dengan pendahulunya  probe Phoenix Nasa yang juga berhasil mendarat di Mars pada 2007. Tak lama setelah mendarat InSight mengirimkan gambar pertama, walau tak begitu jelas itu seperti mengirim kabar kepastian bahwa ia benar-benar di sana dan siap berkelana.

Petualangan dari MarsInSight juga dapat kita ikuti melalui website resmi milik Nasa atau juga melalui media sosial seperti Twitter melalui akun @Nasainsight yang akan terus memberikan perkembangan informasi dari Mars.

Yang Berhasil, dan Gagal Menjinakan Mars

Menurut data yang dihimpun oleh BBC tercatat telah ada beberapa negara dengan roket mereka mencoba menjinakan Mars, menjelajahi tiap jengkal datarannya. Namun tak semua berjalan sesuai rencana, beberapa mesti gagal total, bahkan gugur sebelum misi mulia diselesaikan. Sejauh ini Nasa yang banyak berhasil menjinakan Mars.

Para ilmuan Nasa di kontrol misi California telah melakukan segala kesiapan agar pendaratan semulus yang telah mereka rencanakan, jelas manajer proyek Tom Hoffman kepada BBC. Ia juga menambahkan dalam wawancaranya bahwa Mars tidak selalu ramah bagi pendatang “Saya pikir tim kami sudah siap; saya pikir pesawat luar angkasa sudah siap. Kami hanya tidak tahu apakah Mars siap.”

Menjelajahi Mars memberikan kesempatan untuk dapat menjawab asal-usul dan evolusi pertanyaan tentang kemungkinan untuk dapat hidup dan melangsungkan hidup di sana. Selain itu pula menjelajahi Mars punya arti penting dalam politik internasional yang memperluas AS sebagai negara eksplorasi ruang angkasa, jelas Nasa dalam situsnya.

Seperti kata-kata legenda dari Neil Amstrong, si manusia pertama yang menginjakan kaki di bulan, “Ini adalah langkah kecil untuk manusia, tapi sebuah langkah besar untuk kemanusiaan”. InSight akan menjadi langkah besar bagi kemanusiaan yang memberikan kita pengetahuan dan harapan yang besar dari mungkinkah kita dapat tinggal di Mars di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *