Pedoman Agar Tetap Waras Menjadi Freelancer Kreatif

Menjadi freelancer di bidang kreatif mulai digemari dan menjadi tren generasi milenial. Bagaimana tidak, pekerjaan di industri kreatif dirasa sangat pas dengan jiwa milenial yang fleksibel dan tidak terikat. Bekerja di industri kreatif menjadi hal yang segar untuk ditekuni ketimbang bekerja di perusahaan besar.

Tapi pekerjaan di industri kreatif, menuntut kita untuk melakukan inovasi terus menerus. Diperlukan mental yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan agar bisa berkarya lebih baik dibanding sebelumnya. Hal tersebut menjadi momok para freelancer kreatif, menjaga kesehatan mental agar tetap ‘waras’ menghadapi tuntutan pekerjaan.

1. Buat Batas yang Tegas

Terkadang, sebagai freelancer kita begitu senang dan bangga dengan betapa fleksibelnya waktu kerja kita asalkan deadline dan apa yang diinginkan klien terselesaikan. Hal seperti itu justru membuat tidak ada batasan yang jelas antara waktu bekerja dan waktu personal. Freelancer sering bekerja lembur, merespon klien via chat hingga larut malam, dan lain sebagainya. Mungkin di awal kita akan merasa tidak ada yang salah dari itu, namun sebenarnya kita telah menghilangkan waktu personal kita yang tidak kalah pentingnya. Kita lupa meluangkan waktu untuk kehidupan pribadi kita dan menikmatinya. Karena itu, jangan segan dan ragu untuk membuat batasan yang jelas antara kapan waktu bekerja dan kapan waktu yang kita sediakan untuk personal.

2. Gunakan Dua Smartphone 

Kehadiran smartphone memang memberikan fleksibilitas tapi sekaligus menjadi tantangan untuk memberi batasan antara urusan personal dan pekerjaan. Jika memiliki klien yang udah beragam, ada baiknya untuk memiliki dua smartphone, khusus untuk personal dan khusus untuk pekerjaan. Komitmen kita di awal untuk membuat batasan yang jelas antara kehidupan personal dan pekerjaan pun dapat dilaksanakan. Keuntungan lainnya adalah data dan informasi untuk pekerjaan – seperti revisi dari klien via chat, atau gambar referensi yang dikirimkan klien, tidak tercampur dengan chat dan foto pribadi lainnya.

 

3. Jaga Kesehatan Fisik Tetap Fit

Penelitian dari salah satu universitas di Wales menyatakan bahwa kesehatan fisik kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental kita dan sebaliknya. Pikiran yang terlalu penuh dapat menyebabkan sakit pundak, leher, dan pinggang sakit. Begitu pun ketika fisik kita yang tidak fit membuat kita lebih mudah marah, dan lamban dalam berpikir padahal pekerjaan menuntut kita untuk terus kreatif. Terlebih lagi jika jam kerja kita tidak teratur dan tidak bersahabat. Olahraga  rutin sangat dianjurkan untuk tetap mejaga kebugaran fisik, lakukan olahraga seperti jogging setidaknya dua kali seminggu atau olahraga lain yang kalian suka. Jagalah kesehatan fisik agar mendukung  kesehatan mental!

4. Lakukan Kreativitas Lainnya

Sering kali kamu diberi tekanan untuk menjadi lebih kreatif atas tuntutan klien. Jika dilakukan terus menerus, akan ada titik di mana kita merasa kehabisan ide. Jalan agar mengeluarkan kita pada ‘kebuntuan’ adalah mengalihkan diri sebentar dari tuntutan kreatif untuk pekerjaan, dan lakukan aktivitas kreatif lainnya yang kamu sukai tanpa tekanan dari klien. Buat proyek kreatif personal di mana kamu bebas berekspresi dan menuangkan emosi dalam karyamu!

Begitulah pedoman dari kami, semoga dapat membantu untuk tetap waras di kehidupan kreatif yang keras ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *