Ronal Sand Artist Brings Precious Memories Alive

Sand art dan sand painting adalah seni menaburkan pasir pada permukaan rata dan menghasilkan desain atau gambar. Talenta ini jarang dimiliki atau ditekuni orang lain. Namun, Ronal yang merupakan seorang graphic designer yang tertarik pada seni ini melihat peluang besar. Sekarang, dikenal sebagai seorang sand artist, Ronal bercerita banyak tentang passion dan awal karir nya.

Apa yang membuatmu tertarik dengan sand art dan bagaimana ceritanya sampai bisa mempelajari ini?

Pada tahun 2014 saat itu saya masih berprofesi sebagai graphic designer di salah satu restoran Chinese di Jakarta utara. Saat lagi iseng browsing Youtube saya menemukan video sand art live performance dari seorang sandartistnamanya Kseniya Simonova di acara Ukraine Got Talent, ia memenangkan kompetisi itu pada 2011. Saya sungguh terinspirasi dengan live performdia dalam 8 menit mampu menyihir para penonton dan juri hingga menangis terharu. Karena memiliki bakat menggambar sejak kecil, saya sangat tertarik mencoba melukis dengan melukis dengan media pasir, saya belajar dan mencari-cari tahu informasinya sendiri.

Mulai dari melukis di meja tracinguntuk arsitek atau ilustrator, sampai pagi-pagi ke pantai Ancol untuk ambil pasir pantainya. Segalatrial errorkira2 selama 6 bulan saya alami untuk bisa menemukan media meja dan pasir yang tepat karena sangat sulit mendapatkan narasumber tentang ini di Indonesia. Umumnya mereka juga merahasiakan informasi ini karena mungkin takut tersaingi.

Singkat cerita, Juli 2015, saya berhasil merilis karya sand art pertama saya di Youtube (judulnya Geburtstag Jose Carol) dan mendapat respon yang di luar dugaan. Saya semakin termotivasi dan berlatih untuk bisa live perform.

Mengapa memutuskan untuk terjun dengan serius menjadi sand artist?

Saya sangat mencintai sand art karena sangat unik dan berbeda dengan media seni lain. Karya seni lukis di kanvas baru bisa dinikmati saat hasil karya tersebut sudah jadi. Tapi sand art dapat dinikmati justru saat proses pembuatannya, bagaimana sang artistmenuangkan imajinasinya secara livelalu menghapus dan menggambar kembali  baru. Saya sebut sand artitu sebagai instant art, karena durasi untuk pembuatan karyanya sama dengan durasi menunggu mi instan jadi. Hahaha.

Dari sand art, saya menyadari spesialisasi saya adalah di bidang instant art dan menjadi professional art performer, karena saya bukan tipe ilustrator yang mampu menggambar karya sangat detail dan lama hingga 6–8 jam, bahkan lebih.

Hasil dari berfokus di bidang instant art, saya berhasil menemukan dua media baru yaitulight art(atau disebut glowing in the dark painting) dan speed glitter painting.

Boleh diceritakan tentang klien pertama yang didapat karena sand art dan tantangan yang dihadapai? Dari mana mereka mengetahui skill yang kamu miliki?

Tahun 2015 saya cukup dikenal di kalangan circlesaya sendiri, tapi tentu di luar sana tidak ada orang yang kenal saya. Saya perlu melakukan sesuatu supaya saya bisa dikenal, akhirnya saya mencari-cari sendiri siapa yang akan married,dalam waktu 1–2 bulan ke depan, yaitu kakak dari teman saya. Saya menawarkan diri secara sukarela untuk perform sand artdi acara wedding-nya tanpa dibayar. Bisa dibilang merekalah klien pertama saya tampil live performancedi depan publik, dari sinilah job-job berikutnya bermunculan.

Tantangan yang dihadapi. Secara teknis, saya kesulitan memproyeksikan meja pasir saya ke layar karena belum menemukan jenis kamera/handycam dan kabel apa yang tepat. Alhasil menggunakan kamera DSLR yang dipegang secara manual oleh manajer saya.

Lalu tantangan mental, performpertama tangan saya dingin dan gemetar saking groginya, tapi bersyukurnya tamu dan mempelai puas dengan performancepertama saya.

Boleh disebutkan faktor apa saja yang membuatmu semakin termotivasi menekuni profesi ini?

Menjadi sandartist menurut saya sangat menyenangkan dibanding perkerjaan lain di bidang entertainment, karena rata-rata saya hanya perform15 menit. Costpun rendah, karena alat-alat untuk tampil adalah aset, bukan barang habis pakai, yang mahal adalah talentnya. Fee performance juga menggiurkan karena masih minim saingan, apalagi klien corporate, karena masih sangat sedikit orang yang mampu menggambar dengan pasir — bandingkan dengan profesi lain, fotografi misalnya. Jadi perform itu sebenarnya nggak melelahkan, lebih capek di perjalanan dan menunggu giliran tampilnya.

Hal lain yang membuat saya termotivasi saya juga orangnya people oriented, senang berinteraksi dengan orang baru dan menambah kenalan, ketimbang berkarya sehari-hari di rumah setiap hari. Mengajar anak-anak maupun orang dewasa lewat workshopjuga sangat menyenangkan buat saya.

Service apa saja yang ditawarkan? Ada cerita paling menantang atau berkesan dari klien saat menerima order ini?

Saat ini servicesaya saat ini ada 3 macam untuk live performance: Sand Art, Light Art, dan Speed Glitter painting.

Untuk dalam frame, itu adalah glitter painting di kanvas. Saya melukis di kanvas hitam dengan menggunakan lem, kemudian disiram glitter powder.

Sedangkan untuk yg nonlive, ada layanan sand art video gift, light artdan glitter painting. Saya juga bisa menggambar karikatur dan layanan graphic designuntuk promotional media atau branding, karena saya memang lulusan DKV

Cerita paling berkesan waktu April lalu, saya tampil sand art livedi salah satu hotel di medan dalam rangka ultah grandmake 80, disaksikan oleh grandmanya beserta 10 anak dan 30 cucunya. Saya tidak sangka, grandma menangis terharu berkali-kali karena kisah hidup grandma yang saya gambarkan sejak beliau masih kecil bertemu dengan almarhum suaminya begitu menyentuh dia. Inilah valueutama sand art, to bring the precious memories and unforgettable moments back become alive.

Tantangan yang paling dan selalu saya alami adalah timing. Media apapun dan klien manapun, karena saya menggambar dikejar waktu, kalau terlalu lambat menggambar satu scene, risikonya audiens akan bosan. Jadi skillyang dibutuhkan bukan hanya bisa menggambar, tapi juga seberapa cepat kita bisa menggambarnya.

Aktivitas apa saja yang senang atau biasa kamu lakukan selain menjadi sand artist?

Saya hobi makan kulineran, main game , nonton film, atau hangout bersama teman-teman. Aktivitas lainnya saya cukup aktif melayani di gereja.

Jika membuat workshop tentang sand art, kira-kira apa saja yang harus dipelajari peserta workshop?

Workshop sand art yang saya akan adakan tujuan utamanya adalah rekreasi melepas stres, baik anak-anak maupun dewasa. Jadi, bukan bertujuan untuk menjadi profesional. Tersedia private coursekalau ingin jadi profesional.

Teknik-teknik yang akan dipelajari peserta: Menafsirkan tema ke dalam visual, teknik menabur, teknik menuangkan pasir dengan kepalan tangan, teknik menggambar objek-objek sederhana (bunga, kupu-kupu, matahari, awan, tulisan) dan umum (manusia, pohon, dsb), yang pastinya akan dibawakan dengan fun.

Dengan sand art performanceyang dilakukannya, Ronal ingin membawa sebuah cerita yang akan meninggalkan kesan dalam bagi audience. Selain tampil live, Ronal juga pintar menjahit cerita dan membuat video sand artsesuai permintaan. Tap this pic below to chat and discuss about sand art with Ronal Sand Artist!

*Artikel ini dimuat di journal.moselo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *