Seniman Di Balik Pameran: Karya Ku Sayang Karya Ku Malang

Seniman terkenal asal Jepang Yayoi Kusama, mengambil langkah tegas setelah sebuah pameran di Cina memamerkan karya palsunya.

Sebuah pameran yang merupakan ajang untuk memperkenalkan karya seni kepada masyarakat luas kadang tak sejalan dengan cita-cita tersebut. Banyak kejadian pameran karya seni yang justru merugikan sang seniman itu sendiri. Seperti terjadi pada seniman yang terkenal dengan polkadot, Yayoi Kusama mengecam keras aksi pameran di Cina yang memamerkan karya palsunya.

Sebetulnya, bukan hanya karya dari Yayoi Kusama yang dipamerkan dalam pameran yang telah berlangsung di enam kota di Cina ini.  Seniman lainnya yang karyanya turut dipalsukan adalah seniman kontemporer Takashi Murakami. Media Jepang juga melaporkan salah satu pameran bahkan memungut biaya masuk seharga 7 dolar US. Beberapa pameran telah ditutup setelah tim kuasa hukum Yayoi Kusuma melayangkan peringatan, namun pameran di kota Changsha masih buka untuk publik.

Kuasa hukum dari Yaoyi Kusama pun akan melayangkan laporan kepada pihak berwajib atas kejadian ini, beberapa berkas telah disiapkan untuk pelaporan.

Hal tersebut merupakan masalah serius dan pelanggaran terhadap hak cipta serta nama baik dari seniman. Permasalahan yang kerap menimpa seniman dalam pameran sebenarnya tak hanya sebatas pencatutan nama dalam karya palsu, ada sederetan permasalahan lain yang kerap menimpa seniman ketika memamerkan karyanya.

Karya yang Rusak Karena Selfie

Sedikit yang paham jika menghadiri sebuah pameran karya seni kita tak boleh sembarangan mengambil selfie. Ini pelajaran penting, jika kamu tak ingin merusak karya seni rupa senilai ribuan dolar.

Kejadian ini terjadi di Los Angels dalam pameran The 14th Factory pada 2017 lalu yang memamerkan beberapa mahkota karya dari beberapa seniman. Saah satu pengunjung tanpa sengaja menyenggol salah satu karya ketika hendak selfie dan menyebabkan efek domino sehingga bukan satu karya saja yang hancur dan beberapa karya pun tak bisa diperbaiki. Dari kejadian tersebut kerusakan menelan biaya $200.000.

Bukan kali ini saja sebuah karya dalam pameran rusak karena keegoisan pengunjung yang hendak berselfie ria. Hal ini juga terjadi di Indonesia ketika museum MACAN memamerkan 130 karya dari Yayoi Kusama. Karya instalasi “Infinity Mirrors” rusak karena ulah tak bertanggung jawab pengunjung saat mengambil selfie. Kerugian karena eksiden tersebut mencapai $784.845, pameran pun sementara dihentikan.

Infinity Mirrors, Yaoyi Kusama di Museum Macan

Ini menjadi pelajaran penting ketika menghadari pameran dan hendak mengabadikan momen tersebut, beberapa karya mungkin rapuh dan riskan untuk difoto. Untuk itu mungkin kita bisa menahan keinginan kita untuk mengabadikannya lewat kamera, kalaupun masih sangat ingin lakukan dengan sangat hati-hati. Tentu kita tidak mau satu selfie kita berharga ratusan juta, bukan.

Karya Dicuri

Museum Gardiner di Toronto sedang menyelenggarakan sebuah pameran yang menampilkan karya dari Yoko Ono “THE RIVERBED” mendapati salah satu benda pamerannya dicuri oleh pengunjung. Uniknya karya yang dicuri ini adalah sebuah batu yang bertuliskan “Love yourself” yang ditulis tangan oleh Yoko Ono.

Polisi Toronto berhasil mengidentifikasi pencuri berkat rekaman CCTV. Rekaman CCTV menunjukkan wanita berusia berkisar 55-60 tahun mengenakan syal merah dengan garis-garis hitam di atas mantel hitam, topi hitam dan sepatu hitam kedapatan mencuri batu tersebut yang ditaksir berharga $17,500.

Waw, harga yang tak murah memang untuk ukuran sebuah batu.

Saling Contek Antar Seniman

Plagiarisme antar seniman mungkin bukan menjadi hal baru, hal ini kerap ditemukan. Para seniman baik sengaja atau tidak, sadar atau tidak ternyata karyanya memiliki kemiripan dengan seniman lain.

Hal ini terjadi di sebuah pameran Museum Seni Nasional di Cina baru-baru ini. Seorang pelukis Li Fang mendapati karyanya dicontek oleh sesama seniman lainnya Zheng Shuo dengan karyanya  “Guo Feng”. Walaupun kedua seniman ini berbeda aliran, di mana  Zheng adalah pelukis tinta dan Li adalah seni grafis namun Zheng kedapatan menjiplak karya Li

Karya Zheng Shuo yang menjiplak Li Fang

Akhirnya lukisan Zheng pun ditarik dari pameran dan Zheng bersiap mendapatkan sanksi, baik secara sosial maupun hukum.

Tak selamanya pameran yang menampilkan karya para seniman mendapat apresiasi yang setimpal dengan kerja kerasnya terhadap karya tersebut. Beberapa pameran justru membuat karya seniman tersebut menjadi merugi. Cita-cita pameran yang sejatinya untuk memberikan edukasi tentang dunia seni dan mengapresiasi karya para seniman terkadang gagal terwujud karena kurangnya tanggung jawab dari oknum pengunjung pameran. Semoga kita bisa menjadi pengunjung yang bertanggung jawab dan memberikan apresiasi tertinggi kepada para seniman ketika menghadiri sebuah pameran.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *