Kehidupan Tahun 2024 dalam Goresan 11 Seniman

Menaiki mesin waktu, 11 seniman lukis mengajak kita melihat kehidupan di tahun 2024.

Pameran lukisan Life 2024 menjadi ajang 11 seniman merepresentasikan pandangannya terhadap kehidupan di masa datang.  Pameran telah berlangsung pada  22 September 2018 hingga 22 Oktober 2018 di showroom Jakarta Vintage, Jalan Benda Raya Kemang, Jakarta Selatan.

Opening Ceremony Showroom Baru

Terselenggaranya pameran ini sebenarnya berawal dari keinginan Luthfi Hasan untuk melakukan opening showroomnya, Jakarta Vintage yang baru saja pindah. Tercetuslah ide membuat sebuah pameran yang mengajak 11 seniman untuk menampilkan karyanya. Deretan karya mereka terpasang rapi di atas dinding. Sembari melihat furnitur dan dekorasi interior bergaya vintage, lukisan-lukisan tersebut menambah ragam

Memberikan Tempat pada Seniman, Bukan Mencari Profit

Luthfi Hasan sangat mencintai dunia seni, terbukti dia mengaku jika pameran yang ia adakan ini bukan untuk mencari keuntungan bisnis. Justru Luthfi ingin memberikan tempat kepada para teman sesama seniman yang namanya belum banyak dikenal publik untuk tunjuk gigi, menunjukan karya mereka secara luas. Karena ia juga melihat, selama ini seniman yang karyanya mejeng di beberapa pameran yang sudah-sudah namanya hanya itu-itu saja. Seniman lain pun perlu diberikan tempat, dengan pameran ini Luthfi ingin memberikan kesempatan bagi mereka.

Karya Ika Vantiana x Feransis, “Double Trouble”

Selain itu juga ajang pameran ini di manfaatkan sebagai ajang kumpul bagi teman-teman untuk lebih akrab. Pameran ini sendiri diisi oleh sederet nama familiar di dunia seni, seperti Lala Bohang, Aqil Prabowo, Aisha Hanna, Mahendra Nazar, Atreyu Moniaga, Ika Vantiana x Feransis, Sarkodit, Arris Apprilio, Evan Adity, Garisinau.

Melihat Ada Apa Dengan Indonesia Setelah Pesta Demokrasi yang Riuh

Tema yang diangkat dalam pameran terbilang unik dan menarik, kita diajak untuk melihat seperti apa Indonesia dari kacamata para seniman yang menggoreskan dalam kanvas-kanvas penuh warna tentang masa depan yang kita ada di dalamnya.

Karya Garisinau, “Magdalena”

Pemilihan tema tersebut dijelaskan oleh Luthfi adalah Indonesia setelah melewati pesta demokrasi dalam ajang pemilihan presiden yang pastinya akan riuh sekali dengan semarak dukungan dan janji-janji yang disampaikan para calon. Lalu setelah salah satu calon terpilih, akan seperti apa Indonesia.-” 2019 itu akan ramai sekali ya dengan pemilihan presiden dan lain-lainnya. 2024 itu akan seperti apa, setelah si presiden baru itu terpilih terus apakah itu sesuai dengan apa yang diinginkan atau engga, apakah makin kacau, makin maju, makin polarisasi antara masyarakat, itu kita engga tau”. 

Dalam pameran ini pun Luthfi memberikan kebebasan para seniman yang terlibat untuk menerjemahkan pemikiran mereka tentang seperti apa 2024 dipikiran mereka. Bahkan brainstorming pun hanya dilakukan via pesan pesan singkat, tak benar-benar bertemu. Pameran ini juga bukan sesuatu yang serius walaupun membahas masa depan setelah pemilihan presiden berlangsung. Luthfi menjelaskan bahwa ini sebagai bentuk menyalurkan kesenangan dengan cara yang positif. –“Jadi ini bukan sesuatu yang serius dan berat ini bener-bener kita lebih ke kita ringan lah gitu pendekatannya, Semangatnya juga we just want to have fun sebenernya, tapi secara positif”. 

Karya Atreyu Moniaga “The Ring Master”

Seperti salah satu karya seniman Atreyu Moniaga, dengan judul The Ring Master. Karya tersebut dalam deskripsinya bercerita harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di 2024. Harapan untuk dapat mengatur waktu dengan baik sehingga punya hidup yang lebih seimbang sehingga tetap dapat melakukan hal yang disukai.

Misi Menyediakan Tempat Bagi Para Seniman

Selain untuk menyalurkan ide-ide para seniman melihat Indonesia di masa depan, sebetulnya ada misi lain yang coba dibawa Luthfi dengan pameran yang dia selenggarakan. Luthfi ingin para seniman mempunyai wadah untuk mereka menyalurkan kreativitas mereka. Ke depannya, Luthfi ingin mengembangkan showroom yang juga menjadi kantornya untuk menjadi creative space dalam mengadakan pameran, diskusi, ataupun kegiatan lainnya.- “Ini bisa dijadikan tempat ngumpulnya para pekerja kreatif,” tukasnya.

Menengok seperti apa para seniman dalam melihat masa depan dan mendapatkan wadahnya dalam berekspresi sangatlah menarik. Mereka seperti mengajak kita menaiki mesin waktu, untuk sama-sama melihat, merasakan, dan menerjemahkan seperti apa dan dibawa ke mana negeri ini ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *