Soul and Uniqueness in Portrait by Key

Meski mengerjakan fotografi untuk banyak genre dan keperluan, Key, membuat foto portrait yang unik dan menonjol dalam portofolionya di Moselo. Fotografer dan digital artist yang berdomisi di Jakarta dan Bali ini berbagi tentang pandangannya terhadap fotografi dan memberikan tips menarik untuk kamu yang ingin mengembangkan ciri khas dalam karyanya.

Bagaimana mulanya terjun di dunia fotografi?

Tahun 2000 aku mulai masuk ke dunia fotografi tapi komersialnya sendiri sebagai profesional pada tahun 2008. Aku bukan dari keluarga seniman, orangtua di biro hukum. Namun, aku sempat sekolah film dalam beberapa bulan. Waktu itu, belajar untuk keperluan bisnis, tentang pengetahun tentang produksi film. Dari sekolah film itu, aku melihat fotografi dan setelah itu jadi lebih tekun di fotografi.

Bagaimana Anda mengembangkan ciri khas dalam portrait hingga seperti sekarang?

Mengerjakan foto sendiri sebenarnya di banyak genre, di banyak bidang sesuaijob request, salah satunya fashion portraitdan headshot yang aku mulai pada 2011. Pengaruhnya dimulai dari aku dulu yang suka sekali dengan dark fantasy. Cantik, tapi serem. Di Indonesia, foto seperti ini sepertinya masih belum dinikmati. Dulu, orang-orang mungkin mikir, foto apa sih ini?

Kesukaan aku ini akhirnya berkembang menjadi gaya sekarang, dengancolor vibeseperti ini. Modelnya sendiri dalam portrait, ditambahkan freckles. Setiap foto ini aku buat tanpamakep artist. Aku melakukan sentuhan digital sendiri. Makeup, warna foto, semua dilakukan sendiri.

Aku sudah pernah mencoba terinspirasi dari gaya foto orang lain, sakit kepala sendiri. Bagaimana pun, kita harus punya ciri khas sendiri, caranya, bikin sendiri. Biasanya aku ngadain workshop, mereka minta untuk diajarin agar fotonya seperti aku, itu aku nggak bisa. Aku hanya ngajari how to create colormisalnya, tapi harus bikin sendiri. Coba-coba sendiri sampai ketemu warna sendiri, bikinan sendiri.

Untuk portrait dari aku sendiri, kuncinya foto jiwa bukan wajah. I’m capturing soul, not face. Jadi, yang aku cari adalah mood dia.

Ada saran untuk orang yang ingin menjadi fotografer tapi terhalang dengan pendapat bahwa sulit sekali mendapat keuntungan dari bidang ini?

Memang benar itu. Hahaha. Jadi fotografer, mesti berdarah-darah dulu. Satu keluarga, nggak ada yang dukung. Yakin aja, nantinya akan terseleksi alam. Aku sendiri berpikir bagaimana caranya agar bisa menciptakan foto yang berbeda dari orang lain. Dari sana, kita akan punya ciri khas. Itu pun nanti akan menjadi tren misalnya, mulai ada yang ngikutin. Kalau yang ngikutin sudah banyak, cari lagi yang lain untuk berkreasi. Harus terus inovasi terhadap karya.

Tap this pic below to see more of portfolios, chat and order his services!

*Artikel ini dimuat di journal.moselo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *