Stand By Me, Stan Lee

Stan Lee adalah sosok superhero sebenarnya, membawa kesenangan kesemua kalangan.

Kabar kepulangannya menyebar pada 12 November 2018 di awal subuh. Stan Lee, nama besar di balik superhero itu berpulang, tutup usia. Sontak seluruh dunia terkejut, tak menyangka dan berharap kabar itu hanya bohong belaka. Tapi ternyata benar, Stan Lee harus berpulang, mengakhiri kisahnya sebagai kreator ulung superhero yang telah lama ia tekuni.

Membicarakan karir Stan Lee adalah sebuah obrolan panjang. Bagaimana tidak, ia mampu meninggalkan sebuah warisan besar dalam budaya pop abad 21. Sebut saja beberapa karakter ciptaanya yang mendulang kesuksesan luar biasa seperti Spiderman, franchise film blockbuster, Iron Man seri emas yang dipersonifikasi lewat bintangnya Robert Downey Jr, hingga Black Panther yang mampu meruntuhkan rasial di Hollywood.

Stan Lee dalam Digit

20 film Marvel telah diproduksi dengan superhero ciptaanya.

$ 24 miliar laba yang diraup Marvel Cinematic Universe di seluruh dunia berkat superhero ciptaan Stan Lee.

$ 8 seminggu pendapatan pertama Stan Lee ketika bekerja menjadi seorang gofer.

$ 4 miliar di keluarkan Walt Disney untuk mengakuisisi Marvel dari Stan Lee.

1.000 eksemplar komik edisi khusus yang menceritakan perjalanan karirnya resmi beredar, dan ditanda tangani langsung oleh Stan Lee.

Perjalanan Stan Lee

Stanley Martin Lieber atau yang lebih dikenal dengan Stan Lee seorang pria kelahiran 28 Desember 1922 ini ternyata sudah melahap buku-buku pengarang besar seperti Shakespeare, Mark Twain, hingga Arthur Conan Doyle saat usianya masih 10 tahun. Ia juga memang telah mempunyai cita-cita sebagai penulis setelah ia menyelesaikan pendidikannya di DeWitt Clinton High School  pada usia 17 tahun. Ketertarikannya pada komik sempat hilang lantaran tak kunjung meraih kesuksesan. 20 tahun diawal karirnya sebagai komikus, Stan Lee ingin menyerah saja, namun sang istri tak berhenti memberikan semangat untuk Stan Lee dengan gaya yang ia sukai dalam menulis.

Di bawah kepemimpinan Lee, Marvel mendapatkan legitimasi budaya, mendapatkan penjualan yang luar biasa, karakter dan kisah yang semakin kompleks  Semua ini berhasil Lee raih karena seperti yang pernah ia ucapkan, bahwa dia hanya akan menulis apa yang ia sukai.

Time Line Stan Lee

1939 Menjadi Asisten di Timely Comic kemudian menjadi Marvel Comic.

1941 Membuat debut komik Captain American Foil the Traitor’s Revenge dalam Captain America #3 dengan nama pena Stan Lee.

1942-195 Membantu Angkatan Darat Amerika dalam perang dunia II.

1947 Ia menikahi Joan Boocock, seorang mantan model asal Inggris yang pindah ke New York.

1961 Stan Lee menciptakan Superhero Fantastic Four, tim super power yang menandai karir Stan Lee dan menjadi hit.

1962 Lahirlah karakter Spider Man, karakter super hero ini dianggap paling ikonik.

1972 Lee menjadi penerbit Marvel.

1980 Lee pindah ke Los Angels untuk mengembangkan Marvel.

1992-1997 Seri animasi X-Men tayang di Fox, dan membuka jalan untuk X-Men dalam live action.

2000 Live action X-Men rilis diseluruh dunia.

2001 Marvel mulai menguasai televisi dan film, namun saat itu Stan Lee tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

2005 Stan Lee memenangkan tuntutan dan berhak atas $ 10 juta untuk karakter ciptaanya yang diangkat dalam televisi dan film.

2009 Walt Disney mengakuisisi Marvel dari Stan Lee.

2011 Pada usia 88 tahun, Lee mendapatakan bintang di Hollywood of Fame.

12 November 2018 Stan Lee tutup usia di Los Angles Hospital.

Fakta Stan Lee

Menggunakan Banyak Nama Pena

Saat membuat karakter Marvel, Stan Lee banyak menggunakan nama pena untuk memberikan kesan bahwa Marvel mempunyai banyak pengarang.

Makna Di Balik “Excelsior!” yang Sering Diucap Sten Lee

Kabar wafatnya Stan Lee yang dengan cepat menyebar diiringi pula oleh banyaknya ucapan turut berbela sungkawa yang datang dari berbagai kalangan. Dalam setiap ucapan itu, tak ketinggalan sebuah kata “Excelsior”. Memang semasa hidupnya Stan Lee sering sekali mengucapkan kata Excelsior diberbagai kesempatan. Nah ternyata, kata Excelsior sendiri adalah bahasa latin yang mempunyai makna “lebih tinggi”. Kata “Excelsior” menjadi slogan favorit Stan Lee, ia akan menandatangani kolom dan tulisan dengan kata itu. Tak hanya menjadi slogan, “Excelsior” juga mempunyai arti mendalam bagi Stan Lee, menurutnya kata itu ia pakai untuk membedakannya dengan pesaing.

“Jadi, saya mengatakan saya akan mempunyai satu ekspresi yang mereka tidak akan tahu apa artinya, dan mereka tidak akan tahu bagaimana mengejanya. Dan di situlah istilah excelsior berasal, dan mereka tidak pernah mengambil itu, syukurlah,” katanya dalam sebuah wawancara.

Mendekatkan Keseharian dalam Komik

Bagi Stan Lee, semua komik garapannya bukanlah hal yang sembarangan. Wujud fisik komik itu ialah manusia. Stan Lee mencoba mengaitkan karakter ciptaanya dengan hal disekitar yang membuatnya terasa dekat.

“Jenis buku komik yang saya dapat kaitkan secara pribadi. Mereka memiliki kesalahan dan kelemahan mereka; mereka bisa berbuat salah dan juga penuh dengan semangat.” ungkap Stan Lee ketika wawancara untuk majalah Starweek pada tahun 1980.

Sehingga lahirlah tokoh-tokoh super hero yang begitu dekat dengan keseharian kita. Lee mencoba memanusiakan setiap karakter super hero cipataanya. Memberi mereka kelemahan, ketidak amanan yang mendustakan kemampuan supranatural mereka.

Lihat bagaimana Stan Lee menggambarkan Spider Man si manusia laba-laba itu dengan pertarungan terbesarnya adalah kehidupan sehari-harinya- dia tidak punya uang, teman, keluarga, percintaan, semua hal yang coba ia lakukan sepertinya salah. Dianugrahi kekuatan super justru menjadikannya semakin konyol, namun lalu ia sadar bahwa bersama hal besar ada juga tanggungjawab yang besar. Ya seperti itulah Stan Lee ingin karakter heronya begitu dekat dengan apa yang sering kita alami.

Tak cukup sampai di situ, bagi Stan Lee, Spider Man adalah persamaan hak yang ia coba ejawatahkan lewat pahlawan. Sosoknya yang tertutup kostum penuh bisa menjadi siapa saja, orang kulit putih, orang kulit hitam, atau siapa saja yang bisa kamu bayangkan.

Pengaruh Stan Lee dan Musik Hip Hop Underground

Rapper dan komik Stan Lee begitu banyak persamaan. Mereka sering menulis fantasi penuh aksi tentang berbagai situasi. Banyak yang mengambil inspirasi dari karakter yang diciptakan oleh Stan Lee seperti Fantastic Four dan X-Men. Itu lah mengapa banyak rapper yang memberikan penghormatan terakhirnya pada Stan Lee di hari Selasa lalu.

Efek Stan Lee pada Hip Hop sama besarnya dengan bisnis komik yang ia geluti. Terlibatnya beberapa rapper dalam adaptasi film super hero bikinanya contohnya. Seperti menandakan betapa dekatnya Stan Lee dengan hip hop sebut saja Post Malone yang mengisi soundtrack untuk film Spider Man yang akan datang, atau fakta bahwa serial Luke Cage dan Iron Fist yang tayang di Netflix lagu-lagunya berasal dari rapper Wu-Tang Clan dan Gang Starr.

Setelah meninggalnya Stan Lee, akan menyenangkan untuk mengenang tentang crossover terbesar antara komik dan hip-hop; itu melibatkan bagaimana rap, pahlawan ikonik, dan Stan Lee sendiri.

Stan Lee adalah sosok tak tergantikan dalam hal imajinasi kaum muda, seorang penyihir mimpi yang mampu membayangkan karakter luar biasa, dunia dan galaksi di mana kejahatan selalu bisa dikalahkan oleh kebaikan. Selamat beristirahat Stan Lee, kau akan abadi bersama dengan super hero karyamu. Karena tak dapat lagi kita temui seorang pencerita ulung yang selalu tersenyum di balik kumis dan kaca mata warna warni itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *