The Simpsons, Si Kartun Cenayang Berumur Panjang

Banyak lelucon yang menjangkau melampaui apa yang nyata, dan itu adalah cara yang bagus untuk menyesuaikan diri sendiri dari apa yang mungkin berubah dan jadi kenyataan di masa depan- Will Irwin, penulis “The Simpsons and Philosophy”

Lebih dari 30 tahun, kisah keluarga dari kota fiksi Springfield, AS, telah menjadi pertunjukan kartun terlama dalam sejarah pertelevisian.

The Simpsons dalam Digit

100 Selebriti, telah ditampilkan dalam serial The Simpsons mulai dari Sir Paul McCartney, Rupert Murdoch, JK Rowling dan Elton John.

27 penghargaan, jumlah penghargaan yang telah didapat The Simpsons dalam penghargaan Emmy.

636 episode, jumlah episode The Simpsons sejak pertama kali hingga saat ini, menjadikannya acara tv dengan jumlah epiosde terpanjang.

5 perangko, dicetak dengan karakter The Simpsons.

6 bulan, waktu yang dibutuhkan untuk membuat episode The Simpsons.

$520 juta, pendapatan film The Simpsons diseluruh dunia yang dirilis pada 2007.

$ 750 juta, pendapatan pertahun dari merchandise The Simpsons yang bervariasi mulai dari mainan, buku komik, hingga wahana permainan di Universal Studio.

Sejarah The Simpsons

Serial kartun ikonik The Simpsons adalah gagasan dari Oregon, Matt Groening, yang diminta untuk memberikan ide baru kepada penulis skenario James L Brooks. Awalnya The Simpsons adalah proyek singkat untuk mengisi kekosongan durasi dalam acara The Tracey Ullman Show program variety show Fox yang memulai debut pada 19 April 1987. Dan menapilkan olok-olokan atas kelas pekerja Amerika dengan lelucon sejarah dan politik yang sedikit tidak sopan.

Nama-nama anggota keluarga The Simpsons sendiri diambil dari keluarga Groening kecuali nama Bart yang merupakan anagram dari “brat”.

Setelah mendapatkan antusias yang tinggi, akhirnya jaringan televisi Fox mengadaptasi tayangan sebagai serial berdurasi 30 menit pada Desember 1989. Setelah berdiri sebagai acara televisi tunggal, The Simpsons begitu menguasai pertelevisian, terbukti dengan beberapa kali memenangkan penghargaan Emmy, yaitu pada tahun 1990, 1991, 1995 dan 1997 dan menjadi seri pertama yang memasuki peringkat 30 Besar Fox dalam satu musim.

Timeline The Simpsons

19 April 1987, Episode debut dari The Simpsons dalam bagian acara The Tracey Ullman Show dengan episode Good Night Simpsons.

17 Desember 1989, The Simpsons tidak lagi menjadi bagian acara The Tracey Ullman Show, namun menjadi acara tunggal, episode pertama dimulai dengan episode spesial natal Simpsons Roasting On an Open Fire.

18 Maret 1990, The Simpsons memenangkan penghargaan Emmy pertamanya dalam kategori Outstanding Animated Program.

September 1991-Mei 1993, The Simpsons diambil alih oleh Al Jeans & Mike Reiss tangan dingin mereka memberikan Seasons Simpson lebih segar dalam lompatan kualitas humor.

28 April 1994, The Simpsons mencapai episode ke 100.

1998, Majalah Time menobatkan The Simpsons sebagai acara terbaik abad ini.

16 Februari 2003, The Simpsons memasuki episode ke 300 dalam episode “barting over”.

27 Juli 2007, Film The Simpsons dirilis, sebenarnya ide ini sudah ada ketika seasons 3.

2008, The Simpsons dianugrahi gelar acara Empire’s greatest television show of all time.

28 September 2008, The Simpsons memasuki era HD dan juga memperbarui bentuk openingnya.

27 April 2018, The Simpsons menjadi serial tv terpanjang, mempunyai 636 episode.

Fakta The Simpsons

Waktu yang Dihabiskan untuk Menonton Seluruh Episode The Simpsons

Kartun yang tayang di Fox Stations ini telah memasuki 636 episode, yang menjadikannya sebagai acara televisi terlama. Ditambah lisensi yang di pegang Fox untuk The Simpsons sendiri baru akan berakhir pada tahun 2082, tak menutup kemungkinan bahwa The Simpsons akan menembus angka epsiode puluhan ribu dengan puluhan judul film juga.

Lalu jika kita belum sama sekali menyaksikan episode dari The Simpsons, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk menyaksikan keseluruhan episodenya?

Menurut fakta, jika kita memang ingin menyaksikan keseluruhan epiosde dari The Simpsons, waktu yang kita butuhkan adalah 8 setengah hari lebih. Dengan catat kita tidak tidur, dan bebas dari iklan. Tinggal siapkan saja beberapa cangkir kopi dan tekad yang teramat kuat hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh episodenya.

The Simpsons, dan Aksi Terawang

Hal yang unik pada serial kartun The Simpsons adalah bukan hanya karena kartun tersebut menampilkan olok-olokan kelas pekerja, menggambarkan kritik sosial atau politik yang sedang terjadi di Amerika dengan karkter mutannya yang khas. Namun juga kemampunannya menghadirkan prediksi-prediksi yang kadang membuat geleng-geleng tak percaya.

Apakah pada dasarnya orang-orang di belakang The Simpsons adalah peramal keberuntungan dengan bola kristal di meja kerja mereka?

Selama 30 tahun berjalan, seri keluarga animasi ini telah menyinggung banyak peristiwa nyata jauh sebelum itu benar-benar terjadi: Presiden Trump, 9/11, dan pengambil alihan Fox oleh Disney sebagai contohnya. Rekam jejak ini membuat para penonton The Simpsons berpikir ini adalah sebuah produk paling cerdas, bahkan sampai mengira bahwa orang-orang dibalik The Simpsons punya sifat kenabian.

Namun menurut Al Jean, salah satu penulis asli sejak 1998 apa yang dilakukan The Simpsons dan orang-orang di balik kartun itu adalah semacam kerangka pikiran yang mereka pikirkan tentang satu tahun kedepan. Masa depan dapat diramalkan lebih baik  dari yang diperkirakan.

Bahkan ia bergurau,”Saya memprediksi orang akan membuat terlalu banyak prediksi besar kami.” Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana The Simpsons melakukan semua ramalannya yang dimuat dalam The New York Time.

Sebenarnya The Simpsons adalah pertunjukan brilian yang ditukangi oleh orang-orang cerdas, beberapa orang dibaliknya adalah mereka yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Hardvard, kata Willian Irwin, seorang penulis buku The Simpsons and Philosophy”. Lalu hasilnya adalah sebuah tontonan acara yang dikemas dengan refrensi seni, politik, budaya pop, sastra, dan sentuhan sains.

“Ketika beberapa orang pintar membuat sebuah acara televisi, itu pasti membuat sejumlah “ramalan” yang mengejutkan,” kata Irwin.

Mungkin ini belum cukup membuat kamu percaya. Faktor lainnya yang mungkin menjadi alasan segala prediksi yang bisa terjadi adalah “the law of truly large numbers,” sebuah konsep yang disajikan oleh matematikawan Hardverd Frederick Mosteller dan Persi Diaconis dalam makalah Methods for Studying Coincidences tahun 1989.

“Dengan sampel yang besar, hal yang keterlaluan cenderung akan terjadi,” seperti yang diketahui bersama The Simpsons adalah sebuah acara yang paling lama diputar dalam sejarah.

Jika mau jawaban yang lebih ekstrem di luar logika konvensional, mungkin apa yang dikatakan Dr. Bernard Beitman, seorang penulis “Connecting With Coincidence,” bisa dijadikan pegangan. Ia menawarkan kita apa yang ia sebut dengan “psikosfer” di mana suasana pikiran kita jika dalam keadaan yang tepat, dapat mengetahui hal-hal yang tidak kita ketahui, dan kita terkadang dapat memprediksi kejadian atau menarik apa yang kita pikirkan,” kata Dr. Beitman, mantan ketua departemen psikiatri di University of Missouri.

Bagaimana pun itu, harus kita akui The Simpsons adalah sebuah kartun cerdas, yang membalut segala hal yang mustahil untuk menjadi riil. Menjadi hal yang menarik juga untuk kita menantikan, hal apa lagi yang mampu diprediksi The Simpsons.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *