Three Things in Human Life Are Important. The First Is To Be Kind. The Second Is To Be Kind. And the Third Is To Be Kind- Henry James

Three Things in Human Life Are Important. The First Is To Be Kind. The Second Is To Be Kind. And the Third Is To Be Kind- Henry James, Twentieth Century Writer

Henry James dan Kehidupannya

Henry James lahir di Amerika pada 15 April 1843. Meskipun karyanya tak banyak mendapatkan pengakuan selama masa hidupnya, namun Henry James tetap lah seseorang yang berpengaruh dalam dunia penulis di abad 20. The Portrait of Lady (1881) dan Daisy Miller (1879) adalah dua judul buku karya James yang paling banyak dibaca dan dikenal.

James memiliki 22 judul novel, lebih dari ratusan judul cerpen, karya otobiografi, beberapa drama, dan esai kritik. Karya-karya James sangat kental dengan budaya Eropa. Minatnya terhadap kelas atas dan tradisi formal bangsa Eropa sangat kental ditemui dalam karya tulisannya.

Henry James sebenarnya mempunyai cita-cita untuk menjadi penulis drama. Ia ingin menghabiskan umurnya sebagai penulis drama dan dikenal sebagai penulis drama. Namun kesuksesan menjadi penulis drama tak pernah menghapirinya, naskah teaternya selalu kalah pamor dibandingkan dengan novel karnyanya. Akhirnya James pun berhenti menulis naskah drama untuk teater dan fokus menulis novel. Beberapa naskah dramanya pun ia gubah menjadi sebuah novel.

Henry James dan Tiga Fase Karirnya

Perjalanan seorang Henry James di dunia kesusastraan tidak berjalan mulus-mulus saja. Dalam perjalananya fase karir Henry James dibagi menjadi tiga fase.

Fase awal karir menulisnya dimulai ketika ia menetap di Paris dan menulis untuk New York Tribune dan menggarap novel The American (1877), berkisah tentang jutawan Amerika yang sombong dan keluarga bangsawan Prancis yang licik yang mencoba menikahkan putri mereka namun tak berhasil.

Selama tinggal di Paris, James mencoba mendalami novel penulis Rusia Ivan Turgenev yang karyanya menarik menurutnya. Dari Turgave, James mempelajari bahwa seorang novelis tak perlu khawatir tentang “cerita” dan dalam memusatkan perhatian pada karakter. Lalu ia pun pidah ke London, di sana ia menulis novel yang membuat namanya diperhitungkan di dunia internasional, Daisy Miller.

Fase kedua dalam karir menulisnya, ia berusaha untuk menuangkan tentang reformasi sosial dalam dua novelnya The Bostonians (1886) dan The Princess Casamassima (1886). Pada fase kedua ini, Henry James juga mencoba meraih kesuksesannya di dunia drama, ia banyak menulis naskah drama namun ia gagal dan mendapat cemoohan dari publik. Ia merasa hancur dan kehilangan penggemarnya, lalu ia melakukan penyesuain terhadap apa yang terjadi pada karirnya dan akhirnya melakukan sebuah gebrakan lewat novel The Spoils of Poynton (1897), What Maisie Knew (1897), The Turn of the Screw and In the Cage (1898), dan The Awkward Age (1899). James banyak melakukan perubahan dalam caranya bercerita dan pengambilan sudut pandang.

Perubahan besar dalam caranya menulis membuatnya membuka jalan untuk revolusi para penulis di awal abad 20. Ini menjadikan fase ketiga karirnya dengan banyak perubahan, dari cerita yang penuh gaya prosa dan citra simbolik. Fase ketiga ini menjadi akhir dari karir menulis James, ia memutuskan untuk menghabiskan masa tuanya di Inggris, merevisi dan menulis ulang novel dan dongengnya.

Being Human

Three Things in Human Life Are Important. The First Is To Be Kind. The Second Is To Be Kind. And the Third Is To Be Kind- Henry James

Tiga hal yang menjadikan kita sebagai manusia adalah menjadi baik dan berbagi kebaikan. Henry menekankan ini sebagai hal yang penting dalam kehidupan kita, bahwa betapa pentingnya setiap orang untuk memiliki kebaikan dalam dirinya.

Menjadi baik dan membagi kebaikan adalah cara yang ampuh untuk meningkatkan daya kasih sayang di hati kita.

Membuat komitmen pada diri sendiri untuk melakukan hal baik ke mana pun kita pergi, di mana pun kita berada adalah rumus matimatika sederhana.

Jika kita melakukan setidaknya lima saja tindakan kebaikan sehari, dalam lima puluh lima tahun maka akan ada sejuta lebih kebaikan yang kita tanam dan tentu saja siap kita tuai sebagai hasil dari kebaikan.

Definisi kebaikan pun tak melulu hal yang rumit, tindakan sederhana yang kita lakukan untuk satu sama lain seperti memegang pintu untuk seseorang, mengucapkan salam, tersenyum. Hal sederhana yang membawa kesenangan untuk orang lain juga akan membuat kamu merasa senang.

Membuat kebaikan dan merasa senang atas kebaikan yang kita berikan kepada orang lain juga memberikan dampak bagi kesehatan untuk tubuh kita. Menurut penelitian, memberi kebaikan dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit, dan bahkan dapat membantu kita untuk menurunkan berat badan.

Penelitian yang dilakukan oleh University of California, melakukan kebaikan akan membawa dampak baik secara emosional dan kesehatan fisik bahkan hingga lima puluh tahun kemudian dampaknya masih kita rasakan. Kebaikan juga dapat membuat kita panjang umur.

Mungkin Henry James mengerti, bahwa ada hubungan yang kuat ketika kita menjadi baik dengan hidup bahagia dan hidup sehat sehingga menjadikan itu sebagai tiga hal penting dalam kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *